Kisah Dewa Apollo & Hermes : Memburu Maling Sapi Wagyu

Hermes, sang kurir JNE dan dewa pelindung para ojol, terkenal sangat iseng bahkan dari orok. Saking isengnya, si gesit ini pernah nyolong kawanan sapi piaraan Apollo, sang dewa matahari yang terkenal posesif itu. Ketika Apollo sedang pergi ngejer-ngejer Daphne, target cintanya yang bertepuk sebelah tangan, Hermes mampir ke pulau Delos dan mencuri kawanan sapi milik Apollo. Sapi-sapi grade A ternakan Apollo ini menurut saja ketika dibawa oleh Hermes yang ceria. Hermes yang kelaparan lalu menciptakan api dan menyembelih seekor sapi. Dengan santainya, Hermes mengolah daging sapi wagyu tersebut menjadi steak medium rare yang juicy ala Salt Bae. Setelah menyantap steak ditemani wine hadiah baby shower dewa Dionysius, Hermes melihat seekor kura-kura yang lewat di hadapannya. Hermes tiba-tiba mendapat ide iseng lain dan kemudian mengubah si kura-kura yang malang menjadi alat musik unik bernama Lyre (kecapi berbentuk huruf U). Hermes dengan mainan barunya ini kemudian memainkan melodi indah bak Canon in D dan membuat para sapi tertidur pulas.

Hermes memberikan Lyre kepada Apollo

Apollo yang baru saja patah hati gegara Daphne menolak cintanya dan lebih milih berubah jadi pohon ketimbang dikawinin Apollo, pulang ke Delos dan kaget melihat koleksi holy cownya hilang semua. Apollo berkeliling kemana-mana namun tidak menemukan kawanan sapinya yang ilang dicolong Hermes. Apollo, sang dewa matahari, musik, filsafat,penyembuhan, ato apa aja terserah lu deh lo (maap nge-gas, kebanyakan title ini dewa), kemudian mendengarkan dentingan merdu Hermes dan berhasil menemukan adik tirinya sedang asik memetik kecapi sambil meninabobokan kawanan sapinya. Apollo kemudian menarik busurnya dan melepaskan anak panah ke arah Hermes. Hermes yang gesit langsung berlari menghindari amarah kakaknya yang lagi galau tersebut. Apollo yang malau (marah plus galau) tidak berhenti mengejar Hermes dan terus memanahnya. Emosinya bertambah melihat Hermes berhasil menghindari anak panahnya. Akhirnya Zeus pun turun menyambar diantar kedua dewa yang berantem ini. JEGERRRR!!! JANGAN BERANTEM!!! Teriak Zeus yang mendarat ala Iron Man setelah dihajar Thanos. Zeus tidak ingin Hermes yang baru berumur beberapa hari ini tewas dihajar Apollo dan sadar Apollo lagi malau. Raja para dewa ini kemudian menengahi perselisihan kedua anaknya ini.Apollo menuntut Hermes mengganti rugi sapinya yang udah dibikin steak medium rare. Hermes yang tau kokonya suka musik menawarkan kecapi buatannya yang merdu itu. Apollo yang walaupun dewa musik belum pernah mendengar instrumen petik seindah itu. Dengan senang hati, Apollo pun menerima kecapi tersebut dan menjadikannya pelipur lara setelah ditinggal Daphne dan holycow kesayangannya. Dengan dentingan kecapi ini, Apollo pun menyanyi, “ Cintaku tak harus..miliki dirimu. Walau sepi mengiris di segala janji…”

Kuil Apollo di Rhodes terletak di Akropolis Rhodes sekitar setengah jam jalan kaki dari kawasan kota tua Rhodes. Kuil ini dibangun dengan corak Doria, corak tiang bangunan Yunani yang paling tua dan sederhana. Kuil ini sekarang hanya tersisa beberapa tiang namun tetap indah dipandang. Kuil ini terkenal dengan nama Kuil Phytian Apollo untuk mengenang jasa sang dewa matahari yang membunuh ular raksasa bernama Phyton. Akropolis Rhodes juga memiliki beberapa bangunan lain yang bisa kita kunjungi di Akropolis Rhodes seperti stadium, Nymphaeum (air mancur romawi), Odeon (teater kecil yang juga berfungsi sebagai ruang pertemuan), dan Kuil Zeus,Athena dan juga Artemis. Akropolis ini rusak parah karena sempat terkena bom pada saat Perang Dunia II dan pemerintah Italia yang merasa bertanggung jawab ikut serta dalam proses perbaikan bangunan bersejarah di Akropolis ini. Rhodes masih menyimpan banyak peninggalan bersejarah dan sampai sekarang proses ekskavasi masih berlanjut. Jika anda pecinta sejarah, pantai indah dan souvlaki, kunjungilah Rhodes yang bisa dibarengi dengan kunjungan ke Fethiye, Turki.

Acropolis Rhodes dengan Kuil Apollo yang tinggal beberapa pilar

Facts :Kisah Apollo dan sapi piaraannya ini sebenarnya adalah cara orang Yunani menjelaskan fenomena awan dan mentari. Awan digambarkan sebagai sapi yang dekat dengan Apollo (sang mentari). Awan yang terkadang ada dan terkadang hilang ini diceritakan dicuri oleh Hermes yang bergerak cepat menunggang angin.

Oh anyway, blog gurukelana ini akan difokuskan untuk blog travel,jadi kalau kalian pengen baca tulisan-tulisan saya tentang Mitologi Yunani bisa follow saya di laman trakteer.id saya di link berikut . Dengan bayaran satu cangkir kopi saja (Rp 15rb), kalian bisa membaca semua karya terbaru saya tentang mitologi Yunani yang akan selalu diupdate setiap minggu. Thanks buat semua supportnya ya gaes. 

2 Comments

  1. Agak gak paham kalau gak bacaketerangan di bawahnya,tapi ceritanya bagus. Lucu.

Leave a Reply