Colmar Tropicale : Desa Prancis di Malaysia

Setahun lalu, saya dan teman-teman guru dari sekolah tempat saya mengajar pergi tur ke Kuala Lumpur, Malaysia. Sebenernya saya sudah sering pergi ke KL (Ke El : begitu panggilan sayang ke ibukota Malaysia ini) entah buat transit doang atau sekedar mampir dalam perjalanan nurun dari Thailand ke Singapura. Tapiii karena disubsidi sekolah dan kebetulan ada job open trip ke Turki yang berangkat dari KLIA, terdampar lah (halah terdampar…demen juga lu di KL) saya di kota tempat menara kembar Petronas berada ini.

Yah namanya ikut guided tour, kita mesti ngikut agenda dari tour yang kurang cocok buat jiwa pengelana saya yang sukanya travel bebas tanpa ikatan waktu dan lokasi. Akhirnya pada saat agenda tour adalah ngunjungin Melaka dalam sehari, saya undur diri dan misah dari grup. Bukannya apa, Melaka cakep seh tapi mikir PP naik bis sekitar 6 jam total dan di Melaka cuma beberapa jam, langsung ilfil saya. Melaka itu butuh waktu semalem paling sedikit dan yang paling asik buat saya di Melaka itu justru malem. Pemandangan sungai Melaka dan bangunan-bangunan kuno yang cakep nan romantis bikin jiwa puitis siap menggubah syair. Atas alasan ini saya kemudian memutuskan untuk pergi ke destinasi lain di sekitar KL.

Setelah googling tentang “best places to visit in KL” dalam perjalanan bis sepanjang tour, saya menemukan artikel yang membahas tentang Colmar Tropicale. Katanya, Colmar Tropicale adalah bagian dari Resort Berjaya Hills yang terletak sekitar satu jam dari Kuala Lumpur dan menawarkan sensasi ala desa Prancis. Desa ala Prancis di sebuah bukit di Malaysia? Hmm..that sounds interesting. Berbekal informasi dari artikel di Internet ini, saya pun kemudian memutuskan esok hari saya akan pergi ke Prancis ala2.

Pagi menjelang di hotel 5 Elements, Kuala Lumpur. Saya yang kebiasaan bangun pagi, langsung jalan di sekitar China town Kuala Lumpur sambil mengenang saat-saat dulu saya berlancong di sini. Tak banyak yang berubah, banyak restoran, penjual air mata kucing, tukang chestnut mengoseng-oseng kacangnya sambil membuat orang yang lewat menutup hidung. Pemandangan ala lokal yang selalu bikin saya kesengsem sama KL walau sering saya heran kenapa mampir ke KL melulu. Suasana lokal dan atmosfir modern yang membuat kepribadian old soul dan modern ini serasa klop mungkin merupakan jawaban yang tepat.

Teman sekamar saya, sebut saja namanya Hubert, baru bangun ketika saya kembali dari ritual pagi saya. Hubert yang juga tak berniat mengunjungi Melaka akhirnya saya rekrut dalam misi mengunjungi Colmar Tropicale. Usai sarapan kami pun kemudian berangkat menuju Berjaya Times Square. Nah berdasarkan artikel yang saya baca, untuk mencapai Colmar Tropicale, kita bisa membeli tiket shuttle menuju Colmar di lantai 8 Berjaya Times Square, tepatnya di sebuah spa (jangan tanya saya kenapa, gue juga bingung kok bisa di spa jualnya). Anyway, kami pun kemudian naik ke lantai 8 untuk mencari dimana tiket tersebut dijual. Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi dan tidak ada toko yang dibuka, apalagi spa. Petugas keamanan yang kami tanya juga tidak paham apa yang kami tanyakan. Akhirnya kami pun kembali ke lobby dan bertanya kepada seorang resepsionis yang kemudian mengarahkan kami ke resepsionis lain di Berjaya Times Square Hotel.

” The ticket is usually sold there”, katanya sambil menunjuk sebuah meja kosong. “But today is Sunday and the employee is not coming.” Wait..what? Kami sudah batal ke Melaka dan sekarang kami tidak bisa berangkat ke Colmar? Astaga, mau ngapain neh? Kami yang sudah membulatkan hati tidak ikut ke Melaka tentu tidak mau tidur-tiduran di kamar hotel atau pergi ke mal doang seharian. Akhirnya saya pun mengusulkan untuk tetap berangkat ke Colmar naik Grab.

Oh blessed is this Grab application. Begitu nyari mobil untuk kesana, sekitar 2 menit kemudian, seorang kokoh-kokoh dengan sedannya sampai di halaman lobby hotel dan menjemput kami. Si kokoh agak heran dengan kami yang jauh-jauh mau ke Colmar mengingat harga naik Grab ke sana tidak murah dan mau ngapain di atas sana? Mendingan lu pada ke Genting lebih asik. Si kokoh terus berceloteh mengenai susahnya kendaraan kesana dan tidak ada Grab yang mau nganterin balik ke KL. Beliau kemudian menawarkan untuk menunggu kami di parkiran Colmar dan jika kami sudah selesai, kami tinggal diantar pulang olehnya. Iya-iyain aje deh, sambil liat situasi.

Gerbang Colmar Tropicale

Setelah 1 jam menempuh perjalanan mendaki bukit menuruni lembah dengan jalan tol Malaysia yang mulus dan sepi, kami pun sampai di parkiran Colmar. Sebuah gerbang ala Eropa menyambut kami. Bangunan yang kokoh dan bertema desa Prancis ini berdiri kokoh diselimuti kabut pegunungan. Di bawah gerbang ini sebuah moat (parit yang biasa mengelilingi kota berbenteng) tampak mengelilingi sekitar dengan beberapa angsa berenang kesana kemari. Not bad. Demikian kesan awal saya tentang Colmar Tropicale.

Begitu masuk ke Colmar, nuansa Prancis pun terkuak. Bangunan-bangunan rumah dengan arsitektur Eropa, jalan cobblestone, bendera-bendera bergantung menghiasi rumah-rumah yang megah. Nuansa Cafe pinggir jalan ala Prancis juga ada loh. Sekilas, kita merasa berjalan masuk pindah negara dari Malaysia ke Prancis. Suhu udara yang sejuk juga menambah nyaman suasana di tempat ini. Ah this is so much better than Melaka. At least for the first 20 minutes.

Setelah mendapatkan kesan yang bagus di Colmar Tropicale, kami kemudian berjalan berusaha mengeksplorasi “desa” ini. Pihak resort benar-benar setia berusaha membawa suasana Prancis di bukit ini. Lampu jalan, ornamen Cafe sampai ke hiasan dinding pun berusaha semirip mungkin dengan desa Colmar. Sebuah menara jam yang terletak di ujung sana mungkin merupakan tempat paling ideal untuk mengambil foto keseluruhan Colmar Tropicale. Dari menara jam ini kita bisa memotret Colmar dan menipu teman-teman di Instagram seolah berada di Prancis.

Menara Jam

Namun, selain menara jam dan bangunan-bangunan di Colmar, tak ada lagi yang bisa kami eksplorasi. Colmar Tropicale memang bagus untuk berfoto dan nyantai namun terlalu kecil untuk kami yang suka jalan-jalan kesana kemari. Saya yang bingung mau ngapain lagi kemudian mampir ke Starbucks (yep..ada Starbucks di Colmar) dan memesan segelas Americano. Duduk sambil ngopi dan mencari tau mau kemana abis ini. Hubert pun rasanya bingung karena Colmar cuma sepetak katanya.

Usai menghabiskan segelas kopi, kami kemudian menggunakan shuttle gratis menuju Japanese Village yang letaknya tak jauh dari Colmar Tropicale. Japanese Village seperti Colmar adalah bagian dari Resort Berjaya Hills yang menawarkan sensasi desa Jepang. Desa Jepang ini dilengkapi dengan rumah-rumah ala Jepang dan restoran Jepang yang otentik dan mayan enak. Kami yang belom makan siang akhirnya mampir ke restoran ini untuk makan. Walaupun harganya cukup mahal, tapi apa boleh buat, gada makanan lain di tempat ini dan makanan di Colmar harganya lebih tak bersahabat buat kami yang dompetnya kembang-kempis ini.

Japanese Village cukup menyenangkan buat yang suka kedamaian dan udara yang bersih. Beberapa taman ditata  dengan konsep Zen dimana irama air mengalir, pohon bonsai dan ornamen Jepang kuno menghiasi latar. Tempat yang nyaman untuk sekedar duduk menghirup udara segar dan melupakan beban mengajar sejenak. Ada turis yang sibuk berfoto dengan pakaian Yukata. Tampaknya ada penyewaan Yukata di sini untuk turis yang mau foto ala-ala Jepang.

Setelah mengunjungi Japanese village, kami pun kembali ke Colmar. Rasanya sudah cukup bagi kami untuk berlibur sejenak disini. Kami pun kemudian duduk menunggu di halte shuttle jurusan KL yang tiketnya sudah kami beli ketika kami sampai di Colmar (Bye-bye kokoh Grab..kami naek shuttle aje lebih murah). Penumpang shuttle ini sebagian besar tamu hotel di Colmar Tropicale yang menghabiskan waktu paling tidak satu malam di sini. Mungkin cara terbaik untuk menikmati Colmar Tropicale itu nginep disini kali ya. Ya kali….

Useful information :

1. Tiket Shuttle Berjaya Times Square – Colmar Tropicale dijual di lobby hotel Berjaya Times Square Hotel, bukan di spa lantai 8 (info sesat ini). Kapasitas shuttle hanya 10 orang, so lebih baik anda beli tiket shuttle sehari sebelumnya agar tidak kehabisan tiket. Jadwal dan harga shuttle dapat dicek disini.

2. Jika anda ingin berhemat, lebih baik bawa makanan sendiri dari KL atau beli makanan siap saji di 711 di Colmar Tropicale.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s