Seri Mitologi Santuy : Tragedi Medusa dan Ruang Penyimpanan Air Zaman Kuno

Seorang turis Prancis yang mengunjungi Istanbul pada abad ke 16 penasaran dengan lubang di lantai bawah penginapannya. Si tuan rumah sering menurunkan ember dan mengambil air dari lubang tersebut Yang lebih mengejutkan lagi terkadang ikan juga ada di ember tersebut. Didorong rasa penasaran turis ini kemudian menggali lubang tersebut dan menemukan ruang bawah tanah yang guedeee banget dengan tiang-tiang dan lantai penuh dengan air. Tanpa sengaja, si turis berhasil menemukan Basilica Cistern alias ruang penyimpanan air zaman Romawi Timur (Byzantium).

Basilica Cistern, Istanbul


Basilica Cistern dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Justinian yang cerdas keren dan terkenal akan ambisinya untuk memulihkan kekaisaran Romawi. Beliau juga merupakan inisiator pembangunan Hagia Sophia yang masih berdiri sekarang. Nah Basilica Cistern ini dibangun untuk menampung air yang berguna untuk kebutuhan kota Constantinople (sekarang Istanbul). Basilica Cistern terletak dekat dengan Hagia Sophia dan anda harus membayar tiket tersendiri jika ingin mengunjungi bangunan ini. Istanbul Museum Pass tidak mengcover biaya tiket masuk.


Jika kita berjalan menyusuri ruang bawah tanah Basilica Cistern, kita akan menemukan patung kepala wanita berambut ular yang menopang tiang Basilica Cistern. Siapakah wanita berambut ular ini?


Medusa yang sering kita kenal sebagai wanita berwajah seram, berambut ular dan memiliki tatapan yang bisa mengubah orang menjadi batu memiliki kisah yang cukup ngenes dan termehek-mehek. Medusa awalnya adalah gadis cantik yang mengabdikan diri kepada Dewi Athena. Kecantikan dan kemolekan tubuhnya menjadikan dirinya populer bahkan Dewi Athena pun merasa tersaingi oleh kecantikan si perawan Medusa. Poseidon, sang dewa laut dan juga om dari Athena, juga kesengsem dengan Medusa. Poseidon yang juga berselisih dengan Athena, mencoba merebut Medusa dari Athena. Berbagai pedekate level dewa dilakukan Poseidon termasuk memberikan mutiara laut Banda,sushi dari pasar Tsukiji Jepang, sampai kalung yang dilemparkan nenek-nenek di film Titanic pun diberikan. Namun Medusa menolak semua usaha sang dewa laut dan bilang,”Kamu terlalu baik untukku.” dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Poseidon yang berdiri dengan latar belakang ombak bergelora. Bukan karena Medusa tak tertarik, Medusa ingin tetap melayani Panjenengannya, sang dewi perang dan untuk tetap menjadi pelayannya, Medusa harus tetap perawan.

Patung Medusa terbalik di Basilica Cistern


Poseidon marah dan gelora asmara bercampur nafsu guritanya membuatnya gelap mata. Poseidon masuk ke Kuil Athena dan merenggut kehormatan Medusa kemudian meninggalkannya begitu saja. Athena yang mengetahui hal ini marah karena tidak bisa menghukum pamannya sendiri karena akan mengacaukan alam dewata. Akhirnya Athena malah menghukum Medusa dengan mengutuknya menjadi makhluk mengerikan. Rambutnya yang kemilau Sunsilk berubah menjadi ular-ular kecil, Matanya yang menggoda bagai mata Eva Green (please google..) kemudian berubah menjadi dingin dan siapapun yang menatapnya akan berubah menjadi batu. Medusa terbuang dan menyingkir jauh dari peradaban manusia.

Patung Perseus membantai Medusa di Florence


Medusa yang terasingkan ternyata tidak bisa hidup dengan damai. Banyak pahlawan yang berusaha memburunya karena ingin mendapat nama tenar. Satu persatu gugur menjadi batu setelah berhadapan dengan Medusa sampai Perseus, anak Zeus dari Danae yang dihamili dengan cara dihujani emas oleh Zeus (please jangan pake logika, terima aja wkwk) datang dan memenggal kepalanya. Medusa yang tewas ternyata sedang hamil anak dari Poseidon. Seekor kuda Pegasus dan raksasa emas keluar dari rahim medusa setelah Perseus pergi. Perseus kemudian menggunakan kepala Medusa sebagai senjata mematikan untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Konon ketika melewati Afrika, Perseus menggunakan kepala Medusa untuk mengubah raksasa Atlas yang menyerangnya menjadi pegunungan Atlas. Tetesan darah Medusa yang jatuh ke laut mengubah warna laut tersebut dan sejak itu laut tersebut dikenal dengan nama Laut Merah. Athena yang sadar akan kesalahannya, menggunakan kepala Medusa di perisainya untuk mengenang jasa pelayannya.


Bangsa Yunani dan Romawi percaya bahwa Kepala Medusa memiliki kemampuan untuk mengusir roh jahat dan niat buruk. Mereka sering mengukir atau menaruh patung medusa di depan rumah atau kuil mereka. Kepala yang ditemukan di Basilica Cistern ini diperkirakan berasal dari kuil romawi yang tidak diketahui asalnya. Posisinya terbalik dan ada juga yang tengleng. Kasian Medusa, miris aku melihatmu nak…

Buat yg suka sama Mitologi Yunani boleh ditengok podcast channel Mitologi Santuy di Spotify ato search aja Mitologi Santuy di kolom search Spotify. Gue bakal bawain tentang cerita- cerita seputar Mitologi Yunani. Tentu dengan referensi pop culture n Gaya cerita ala gue. Kalo u suka, silahkan difollow,mayan buat nemenin sepedaan ato dengerin pas nyetir ke kantor. Thanks loh gaes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s