Jalan-Jalan Pagi di Sekitaran Tembok Constantinople

Bayangkan apa yang anda lakukan jika terbangun di Istanbul pada pagi hari dan ga bisa tidur lagi. Mungkin anda akan ngecek FB atau scroll instagram sambil males-malesan di ranjang. Buat saya yang kurang kerjaan n emang ga betah lama2 di tempat tidur, saya lebih memilih jalan-jalan keluar dari hotel saya di Sirkeci. Tujuan saya kali ini adalah Tembok kota Constantinople di kawasan Topkapi, tepatnya di Silivrikapi.

Menurut strategi militer zaman kuno, sebuah kota yang aman harus memiliki posisi yang mudah dilindungi. Kota tersebut harus terletak di bentang alam yang mudah untuk mendapat logistic namun sulit pula untuk diserang. Byzantium, sebuah koloni Yunani yang terletak di antara Selat Bosphorus dan Golden Horn menempati posisi yang sulit diserang. Kenapa? Karena pada zaman itu sulit menyerbu kota dari jalur air. Byzantium memiliki dua bagian kota yang dilindungi oleh perairan dan satu sisi lagi dari darat. Siapapun penguasanya hanya perlu membangun perlindungan kuat dari jalur darat dan semua sisi kota akan terlindungi. Kaisar Constantine menyadari posisi desa Byzantium yang sangat strategis kemudian membangunnya menjadi kota Constantinople. Constantine membangun tembok pertama di sisi darat dan kemudian Kaisar Theodosian II mengupgrade tembok ini menjadi benteng pertahanan terbaik di abad pertengahan. Kenapa terbaik? Begini ceritanya. Biasanya tembok pertahanan hanya satu atau dua lapis saja seperti Tembok Cina yang terkenal itu. Tembok Constantinople memiliki tiga lapis tembok dengan parit sebagai lapis pertahanan pertama! Bayangkan jika anda dan pasukan anda harus berhadapan dengan parit air yang menyulitkan anda untuk menyebrang, kalau lolos dari serangan panah dan batu, anda mesti manjat tembok rendah yang membuat anda jadi target empuk panah lawan. Kalau anda beruntung melewati tembok ini anda akan berhadapan dengan tanah lapang tanpa tempat bersembunyi dan tembok yang lebih tinggi lagi dengan pasukan Byzantium yang siap memanah anda. Seandainya anda jago menghindar dan berhasil memanjat, anda harus berantem adu pedang atau tombak dengan pasukan Byzantium di atas tembok tengah. Kalo anda emang super n jago maen pedang macam Aragorn di Lord of the Rings dan lolos tembok tengah, anda akan berhadapan lagi dengan tanah lapang dan tembok yang lebih tinggi lagi dengan pasukan khusus Varangian Guard yang tingginya rata2 dua meter bersenjata kampak besar.  Tembok ini membentang sejauh 5 kilometer lebih dan di depan tembok terdapat dataran luas yang sengaja dikosongkan untuk menyulitkan musuh yang menyerang untuk bersembunyi. Mekanisme pertahanan juga dilengkapi dengan minyak, api, batu dan berbagai benda berbahaya lain yang dapat dilemparkan ke musuh.

Mengepung Constantinople juga merupakan kerjaan yang ga gampang. Kota ini memiliki akses laut dan mudah disupply dengan logistik melalui perahu. Arus Selat Bosphorus dan Laut Marmara yang terkadang ganas membutuhkan navigasi yang mumpuni bagi kapten kapal. Untuk kapal asing yang tidak biasa berlayar di sini, mereka akan kewalahan, sedangkan untuk penduduk lokal, mereka bisa dengan mudah menyelundupkan makanan dan senjata ke dalam kota. Selain itu, Constantinople juga dilindungi oleh tembok di tepi laut yang walaupun tidak sekokoh Tembok Theodosian, cukup handal untuk menghalangi pergerakan musuh dari laut. Pengepungan dalam jangka waktu lama hanya akan merugikan pasukan pengepung karena Constantinople juga memiliki sumber air dari waduk-waduk bawah tanahnya seperti Basilica Cistern yang terkenal itu.

Berbagai bangsa pernah menjajal ketangguhan tembok Theodosian dan pulang dengan kegagalan. Dari bangsa Avar, Rus, Persia sampai Arab dibawah komando Kalifah Ummayah ( 674-678 M) gagal menembus tembok berlapis ini.  Dalam sejarah, Tembok kota ini baru benar-benar ditaklukkan oleh pasukan Perang Salib IV pada abad  ke 13 M dan oleh Sultan Mehmet II yang menggunakan meriam besar buatan orang Hungaria pada abad 15 M. Tembok ini masih berdiri sampai sekarang dan sisa-sisa peristiwa penaklukan Constantinople masih tersisa di beberapa bagian tembok.

Saya menumpang Tram no 1 dari stasiun Sirkeci menuju stasiun tram Topkapi dan berjalan dari sana menuju Silivri Kapi. Topkapi merupakan tempat pertempuran paling dahsyat antara pasukan Byzantium dengan Pasukan Ottoman. Sekarang tempat ini menjadi taman dengan Museum Panorama 1453 yang menawarkan diorama penaklukan Constantinople oleh Sultan Mehmet II. Sisa-sisa bola meriam masih terlihat di sekitaran Topkapi. Saya yang sangat suka dengan sejarah apalagi tembok kota menganggap jalan-jalan pagi saya saat itu sangat asik. Udara masih segar dan tembok kota yang usianya sudah ribuan tahun ada di sebelah kiri saya. Parit tembok yang dulunya berisi air sekarang menjadi perkebunan yang subur. Tembok dan menara yang masih berdiri kokoh membuat pemandangan begitu indah tampak seperti pemandangan beberapa abad silam. Beberapa menara dan bagian tembok yang berjuang untuk tetap berdiri membuat perasaan anda tergugah akan betapa dahsyatnya pertempuran saat itu. Ada banyak  bagian tembok yang masih bisa anda kunjungi.Beberapa bagian  bahkan bisa anda panjat dan anda bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi pasukan penjaga benteng. Bagian benteng yang paling lengkap ada di Silivri Kapi yang saya kunjungi saat itu. Anda masih bisa mengamati tiga lapis benteng lengkap dengan paritnya. Anda juga bisa mengamati gerbang peninggalan kekaisaran Byzantium yang sekarang juga bisa dilewati mobil. Setelah puas jalan pagi, anda bisa pulang ke daerah Sultanahmet dengan berjalan ke arah stasiun tram 1 Seyitnizam dan menumpang tram no 1 ke arah Kabatas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s