Sepenggal Kota Dongeng Bernama Cesky Krumlov (Part 2)

Suhu udara pagi yang dingin membangunkan saya dari tidur yang nyenyak di kamar attic ini. Sinar matahari telah menembus jendela kamar sementara si Nyonya masih pulas tertidur. Brrr..dingin. Semestinya sekarang sudah masuk musim panas, namun rasanya masih dingin saja buat saya yang terbiasa dengan suhu hangat di tanah air. Dengan susah payah, saya pun menyeret badan yang sebenarnya masih betah ngoyo di tempat tidur menuju kamar mandi.

Secangkir kopi dan dua buah croissant 7 Days pun menemani pagi saya usai mandi. Tiada hari tanpa kopi bagi saya yang caffein addict ini. Pagi wajib ngopi, kalo ga ngopi maka saya akan seperti zombie dan grumpy. Setelah mendapatkan asupan kopi yang cukup, kami pun kemudian mulai mengeksplorasi Cesky Krumlov yang kala itu masih belum terbangun dari tidurnya. Jalan-jalan berbatu di kota kecil ini belum ramai dipijaki oleh para turis yang mungkin masih tidur atau belum tiba dari Praha. Cesky Krumlov memang biasanya dikunjungi oleh day trippers dari Praha yang hanya 2.5 jam dari sini dan mereka biasanya tiba siang hari sehingga jalan-jalan di pagi hari atau malam hari sangat menyenangkan. Rumah-rumah dengan arsitektur ala Bohemia dan warnanya yang cerah berdiri menyambut kami yang masih yakin kalau kami berada di negeri dongeng atau theme park. Tidak bisa dibayangkan bagi kami yang hanya melihat bangunan seperti ini di film atau kartu pos, lalu tiba-tiba berjalan di antaranya sekarang. Jembatan kayu yang membentang di atas sungai dan bangunan-bangunan indah di bantaran sungai membuat pemandangan pagi itu terasa bagai mimpi.

Semakin kami berjalan di kota tua ini, semakin kami merasa berada di negeri dongeng. Kami menemukan sebuah pompa air antik yang saya kira cuma pajangan, namun ketika tangan saya menarik tuas pompa, air  segar pun keluar dari kerannya yang berbentuk naga. Wow, this thing still works. Dengan terkagum-kagum, kami pun berjalan menuju Krumlov Castle yang menaranya sudah kami lihat dari kejauhan. Langkah kami kemudian menghantarkan kami ke sebuah jembatan kayu yang membentang di atas Sungai Vlatava yang mengalir deras. Bangunan istana yang berdiri seperti bukit batu yang kokoh pun terlihat di depan kami. Uniknya kami melihat struktur unik di sebelah istana yang mengingatkan kami dengan aquaduct yang kami lihat di Roma. Bangunan ‘aquaduct’ ini menopang bangunan lain diatasnya dan menghubungkan satu gedung dengan gedung yang lain. Sungguh unik dan membuat kagum bagi siapapun yang melihatnya.

Berjalan menanjak menuju kawasan istana, kami menemukan jam matahari yang masih berfungsi. Jam matahari ini berasal dari abad pertengahan dan masih berfungsi sampai sekarang. Lumayan akurat loh. Tak jauh dari jam matahari ini terdapat sebuah pintu yang menghantarkan kita pada sebuah balkon yang menghadap ke kota tua Cesky Krumlov yang indah. Dari balkon ini kita bisa menikmati pemandangan indah kota dengan bangunan tuanya yang beratap merah bata dan sungai Vlatava yang mengalir deras menghantarkan para petualang dengan perahu karetnya. Spot menarik ini merupakan tempat ideal untuk berfoto dan sangat ramai di siang hari.

Bermodal petunjuk dari Rick Steve’s Guidebook, saya baru mengetahui kalau kawasan istana Krumlov terbagi lima courtyard (pelataran). Tempat berfoto dan jam matahari tadi merupakan courtyard ke lima dan kami ternyata masuk dari jalur belakang! Masih ingat struktur bangunan yang mirip aquaduct di atas? ternyata bangunan ini adalah jembatan yang menghubungkan pelataran 4 dan 5. Dari jembatan ini kita bisa menikmati pemandangan indah kota yang indah. Angin kencang sering bertiup disini membuat rambut si nyonya berkibar2 selalu. Setelah berjalan melewati jembatan ini kami pun kemudian sampai di pelataran ke 4 yang menghantarkan kami ke gedung-gedung besar ala Renaissance dengan lukisan-lukisan indah di temboknya. Oh iya, di pelataran ke 4 ini juga terdapat Baroque Theater yang sekarang hanya ada dua di dunia. Teater model tradisional ini masih menggunakan metode kuno untuk sound system dan perubahan latar. Keren deh pokoknya. Beberapa bangunan menandai pelataran ke 3 namun kami tidak begitu menyadari kalau kami sudah sampai di pelataran ke tiga dan langsung kami berjalan sampai di alun-alun luas yang indah. Di alun-alun ini terlihat pintu masuk menuju menara Cesky Krumlov yang indah dan unik. Menara yang berwarna warni ini memiliki 163 anak tangga dari kayu dan batu. Jika anda suka dengan ketinggian, anda akan menikmati pemandangan Cesky Krumlov yang luar biasa dari puncak menara ini. Kami memutuskan untuk melewatkan menara ini karena sudah puas dengan foto di balkon tadi.

Berjalan melewati alun-alun kami kemudian sampai di Castle Moat (Parit Istana) yang dijaga oleh seekor beruang besar. Di istana-istana atau benteng Eropa umumnya dilindungi oleh sebuah parit yang biasanya mengelilingi kompleks istana. Dalam situasi bahaya, parit ini biasanya diisi dengan air atau bahkan ranjau untuk menghalangi pasukan musuh untuk membobol benteng. Namun keluarga Rozemberks,penguasa Cesky Krumlov di abad pertengahan, menggunakan metode yang tidak lazim untuk menjaga parit mereka, yaitu dengan beruang. Kenapa beruang? Well,  Keluarga Rozmberks berusaha menunjukkan hubungan kekerabatan mereka dengan keluarga Orsini asal Italia yang konon merupakan keturunan beruang. So beruang jadi penjaga istana mereka, gitu loh. Melewati parit beruang ini kami sampai di pelataran pertama yang terdiri dari banyak toko dengan bangunan yang indah. Dulunya pelataran pertama ini merupakan tempat para pengrajin seperti toko besi, toko obat dan juga kandang berada. Sekarang terdapat banyak toko oleh-oleh, supermarket Coop dan juga restoran-restoran khas Ceko. Kami sendiri sangat menyukai tempat ini karena banyaknya hal-hal unik yang bisa kami coba, seperti mencicipi honey mead, minuman beralkohol dari abad pertengahan. Rasanya manis dan membuat badan nyaman.

Setelah melewati jalan dengan pertokoan tersebut, kami pun sampai di Barber’s Bridge(Lazebnicky Most). Jembatan kayu yang membentang di atas sungai Vlatava ini dihiasi dengan patung Salib Kristus dan St John Nepomuk yang merupakan Santo pelindung dari bencana banjir. Jembatan kayu yang menghubungkan kawasan Old Town dan Krumlov Castle ini pernah terendam oleh air pada tahun 2002 namun masih tetap kokoh berdiri sampai sekarang. Usai melewati jembatan ini kami pun kembali lagi menuju kawasan istana untuk mengunjungi taman istana yang luas. Kompleks taman ini dibangun dengan gaya Perancis dan biasanya dikunjungi para bangsawan. Konon di kala malam, para bangsawan sering menyalakan obor, lilin atau lampu minyak untuk mengadakan pesta di taman ini.  Saat kami berkunjung ke taman ini, matahari sudah bersinar dengan terang dan mengusir awan yang menyelimuti sejak pagi, menambah indah taman yang asri ini. Puas rasanya bisa mengunjungi taman kebanggaan penduduk Cesky Krumlov ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s