Terusir dari Prague Castle Sampai Nongkrong di Lift Pater Noster

Udara dingin Praha membuat kami enggan untuk bangun dari tempat tidur. Walaupun apartemen Anicka tidak memiliki AC, suhu musim semi ditambah hujan dari kemarin membuat kami nyenyak tidur. Tanpa sadar, jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Padahal kami sudah tidur dari jam 10 malam dan berniat mengunjungi Prague Castle jam 7 pagi agar tidak terlalu ramai. Akhirnya kami molor dan baru berangkat ke Prague Castle pukul 8 lewat.

Tram no 22 membawa kami dari halte U Kastanu menuju halte Prazsky Hrad, halte tram terdekat dari Prague Castle. Pagi yang dingin membuat kami harus berjalan cepat-cepat untuk menghangatkan badan kami. Melewati bangunan-bangunan khas Bohemia, kami pun sampai di pelataran Prague Castle.Walaupun kami sampai jam 9 pagi, ratusan turis sudah memenuhi pelataran istana. Saking banyaknya orang, kami merasa tidak begitu nyaman berfoto. Gereja St Vitus yang belum dibuka pun, halaman depannya sudah dipenuhi oleh turis yang menunggu pintu dibuka. Kami yang merasa kedinginan akibat suhu yang masih kurang bersahabat akhirnya harus mengungsi ke tempat yang lebih sepi. Melewati beberapa bangunan seperti Basilica Sv. Jiri yang dulunya merupakan tempat penguburan raja-raja Ceko sebelum Gereja St Vitus dibangun, dan Sekolah Maria Theresa yang dibangun untuk mendidik para wanita bangsawan.

Langkah kaki membawa kami ke pemandangan indah kota Praha dari atas. Kami menikmati pemandangan ini sambil berfoto dan daya tarik indahnya pemandangan ini juga dimanfaatkan oleh dua pasang pengantin Korea untuk berfoto pre wed. Gedung dan rumah beratap merah yang indah dan sungai Vlatava yang mengalir membelah Praha terlihat mendominasi pemandangan ini. Usai berpuas diri menikmati pemandangan dan berusaha menghindari gerombolan turis yang berbondong-bondong mengunjungi Prague Castle, kami pun kemudian berjalan turun ke spot terkenal di Prague lainnya yaitu Charles Bridge.

Charles Bridge mungkin adalah tujuan utama banyak turis ke Praha. Jembatan yang membentang di atas sungai Vlatava ini dihiasi oleh banyak patung  dan plakat bertema Nasrani yang indah. Patung yang paling terkenal di jembatan ini adalah Patung Santo John of Nepomuk yang dulu mati martir di jembatan ini. Menurut legenda, St John Nepomuk adalah pendeta yang dipercaya oleh Ratu Bohemia untuk pengakuan dosa. Ketika sang Raja hendak mencari tahu apa saja yang diakui oleh sang ratu kepada St John, pendeta ini menolak karena pengakuan dosa adalah hal yang sakral dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain. Hal ini membuat sang raja marah dan sang raja kemudian menghukum St John dengan membuangnya ke Sungai Vlatava dari jembatan. Tempat St John dibuang ke sungai sekarang didirikan patungnya dan konon siapapun yang mengusap plakat sang santo akan dikabulkan permohonannya.

Jika anda berharap akan mengunjungi Charles Bridge dan berfoto minus keramaian orang, maka anda harus datang subuh atau tengah malam. Jembatan yang paling populer di Ceko ini menarik banyak pengunjung yang menyemuti jembatan ini dari pagi sampai malam. Bahkan subuh pun sekarang banyak dipakai oleh pemotretan Prewed. Saat saya iseng subuh kesana, ada 3 pasang pengantin Asia yang berfoto disini. Luar biasa bukan? Walaupun ramai, jembatan ini tetap layak dan kudu dikunjungi, terutama saat matahari terbenam ketika sinar mentari senja menerpa Prague Castle. Sungguh indah dipandang mata.

Usai mengunjungi Charles Bridge, kami mampir ke Prague Municipal Library untuk belajar menghadapi ujian sekolah besok. Just kidding, kami pergi ke perpustakaan ini untuk mencari book tunnel yang belakangan menjadi terkenal karena vlog Honest Guide. So, pengelola perpustakaan Praha menumpuk buku-buku menjadi sebuah terowongan dan menaruh kaca di dasar dan atasnya lalu terowongan buku ini menjadi viral dan banyak yang datang untuk berfoto. Tidak ketinggalan turis dari Indonesia, seperti kami. Datang, masukkan separuh badan ke dalam terowongan, senyum dan cekrek. Foto epic instagrammable pun tercipta.

 

Setelah mengunjungi Prague Municipal Library, kami menyebrang ke Prague City Hall. Aneh ya rasanya turis  mengunjungi gedung walikota Praha ini. Tujuan kami bukan hendak minta Kartu Praha Sehat atau mengadu soal cicilan rumah, tapi untuk mengunjungi lift Pater Noster. Lift Pater Noster adalah nama sejenis lift yang bergerak naik dan turun dengan mekanisme loop sehingga mirip rotasi doa Bapa Kami dalam doa rosario. Lift ini sudah sangat langka karena dianggap berbahaya bagi penggunanya dan Praha masih memiliki beberapa lift Pater Noster, salah satunya di Prague City Hall. Awalnya kami agak bingung mencari lift ini. Setelah masuk City Hall, kami bingung hendak kemana dan nyaris masuk ke ruang rapat dewan sampai ditegur dengan sopan oleh salah satu petugas. Akhirnya, saya berinisiatif bertanya pada petugas di bagian informasi dan dengan ramah petugas tersebut menunjukkan arah ke lift tersebut. Ternyata kami bukan satu-satunya turis disana. Ada beberapa turis yang juga sibuk mengambil video boomerang di sini. Pengalaman naik lift ini cukup menegangkan. Saya melangkah ke lift yang membawa saya turun dan lift tanpa pintu ini terus melaju kebawah dan berpindah ke sebelah dan naik ke lantai atas. Seru deh!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s