Nyebrang Hat Yai (Thailand) ke Penang (Malaysia) Modal Rp 50 ribuan

Bangun di pagi buta bukanlah sesuatu yang tak wajar bagi saya. Saya lebih tergolong “morning person” dibanding “night owl”. Bangun pagi dan segera mandi adalah perkara yang gampang, namun kali ini ada yang berbeda. Saya tidur di atas ranjang bertingkat dan si nyonya di bawah. Ranjang yang mengingatkan saya pada masa solotraveling saya ini terletak dekat dengan kipas angin gantung yang terus berputar sepanjang malam. Astaga malas rasanya bangun, apalagi ketika semalam baru tidur sekitar jam 12 malam dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Apa boleh buat, kami harus berangkat menuju Padang Besar dan kereta paling pagi berangkat pada pukul 7 pagi.

Setelah mandi dan bersiap, kami pun kemudian meninggalkan The Aree Hat Yai Hostel dan berjalan menuju stasiun kereta api yang ternyata hanya sekitar 10 menit berjalan dari hostel. Si Nyonya kemudian mengingatkan kalau kita belum mengambil uang deposit handuk di hostel dan saya pun kemudian kembali ke hostel sementara si Nyonya menunggu. Setelah sampai kembali di hostel, saya bertemu dengan penjaga hostel yang ternyata telah berjalan duluan ke stasiun kereta dan memberikan uang deposit tersebut ke si Nyonya. Saya sempat bingung namun kagum dengan kejujuran si penjaga hostel yang mau repot-repot pergi ke stasiun untuk mengantarkan uang deposit. Luar biasa. Setelah ngobrol sebentar dan menikmati secangkir teh, saya pun berjalan kembali ke stasiun. Di tengah perjalanan, langkah saya terhenti oleh restoran dimsum yang baru saja buka. Rantangan dimsum yang sedang dipanaskan dan aroma siomay yang menggoda kemudian membuat saya mampir dan tak lama bakpao dan siomay pun tersaji di depan saya. Alih-alih membeli sarapan buat si Nyonya, saya pun kemudian menikmati sarapan dim sum yang bikin ngiler ini.

IMG20171224063337.jpg
Dim Sum and Coffee, perfect breakfast

Berbekal perut kenyang dan sebungkus dimsum, saya pun kembali ke stasiun kereta. Si Nyonya yang sedang menunggu di peron langsung menceritakan bagaimana si penjaga hostel datang dan memberikan uang deposit tak lama setelah saya berjalan kembali ke hostel. Orang Hat Yai ternyata baik dan jujur ya. Kesan positif saya tentang kota yang tak berjodoh dengan saya ini pun bertambah. Mungkin lain kali kami akan kembali ke sini dan bukan sekadar transit saja.

So this is our plan. Kami akan naik kereta menuju Padang Besar dan dari Padang Besar kami akan naik kereta komuter Malaysia menuju Butterworth kemudian menyebrang lautan dengan Ferry menuju Georgetown, Penang. Sounds easy? Tentu saja. Kita hanya perlu mengatur jadwal yang tepat dan semua akan berjalan dengan lancar (minus elemen tak terduga tentunya). Singkat cerita, kereta kami dari Hat Yai pun melaju menuju Padang Besar. Kereta ekonomi minus AC plus angin sepoi-sepoi dari luar jendela ini melaju melewati daerah pinggiran Hat Yai yang masih asri. Kami melewati banyak sawah dan sungai kecil yang membuat pasangan bule di dekat kami takjub melihatnya. Kami yang sudah biasa melihat pemandangan ini di jalur kereta Jakarta- Bandung merasa seperti berada kembali di Indonesia. Beneran berasa naik kereta jurusan Bandung he3. Sekitar 50 menitan, kereta kami pun sampai di Padang Besar.

Padang Besar adalah kota yang berada di perbatasan Thailand dan Malaysia. Kota ini terbagi menjadi bagian Malaysia dan juga bagian dari Thailand. Demikian juga stasiun keretanya yang memiliki peron bagian Malaysia dan Thailand. Ketika sampai di Padang Besar, petugas di peron langsung mengarahkan penumpang menuju bagian imigrasi untuk memproses dokumen. Proses imigrasi berjalan sangat cepat. Saya hanya perlu memberikan paspor ke petugas imigrasi Thailand dan kemudian berjalan ke imigrasi Malaysia, berikan paspor dan selesai. Semua hanya berlangsung dalam waktu 5 menit saja. Tak ada pertanyaan atau antrian panjang seperti Sadao yang penuh dengan bis dan van yang mengantri.

Setelah selesai dengan proses imigrasi kami pun kemudian berjalan menuju loket tiket KTM (Kereta Malaysia) untuk membeli tiket komuter train menuju Butterworth. Tiket menuju Butterworth hanya 12 Ringgit saja dan keretanya sangat nyaman, mirip kereta MRT Singapura yang TOP banget itu. Stasiun Padang Besar pun cukup nyaman untuk menunggu kereta. Beberapa kios menjual makanan Malaysia seperti nasi Kandar dan kue-kue basah. Penjual di stasiun ini juga menerima mata uang Baht dan Ringgit. Jadi kalau masih ada sisa Baht dan pengen ngabisin buat jajan disini, bisa juga. Tersedia juga toilet berbayar di stasiun ini dan ada water fountain yang bisa kita gunakan untuk mengisi air minum.

Setelah menunggu setengah jam, kereta komuter pun datang on time dan siap membawa kami menuju Butterworth. Kereta komuter yang masih baru dan bersih ini kemudian segera terisi dengan penduduk lokal dan wisatawan asing yang kelihatannya akan pergi ke Penang. Karena kereta ini adalah kereta komuter, kereta ini berhenti hampir di semua stasiun yang dilewati. Perjalanan kami menuju Butterworth berlangsung sekitar 2 jam dan kami pun akhirnya tiba di Stasiun Butterworth yang terletak di seberang Georgetown. Perasaan penuh pencapaian pun memenuhi hati saya ketika melihat gedung KOMTAR di seberang pulau. Ah a new achievement unlocked! Nyebrang dari Thailand ke Malaysia modal 50 ribuan saja. Sekarang, kami tinggal naik ferry dan sampailah kami di Georgetown.

Dan disinilah masalah muncul. Tanpa sepengetahuan kami, ternyata ada proses renovasi stasiun kereta Butterworth. Renovasi ini menyebabkan jalur pejalan kaki dari stasiun menuju dermaga ferry ditutup. Akibatnya, para penumpang harus menumpang shuttle bus menuju dermaga ferry yang selalu ramai dengan antrian mobil yang menunggu untuk menyeberang dengan ferry. Jumlah penumpang kereta yang mengantri bis terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah bis gratis yang disediakan, sehingga terjadi aksi rebutan masuk ke dalam bis yang mirip dengan suasana terminal Kampung Rambutan tahun 90an. Saya dan si Nyonya berhasil masuk setelah berjibaku dengan rombongan penumpang yang berusaha menyerobot antrian kami. Setelah berada dalam bis pun kami berjejalan dengan penumpang lainnya yang berhasil masuk bis. Ah tak apa palingan juga sebentar, karena jarak antara stasiun kereta dan dermaga sebenarnya hanya sejauh 10 menit jalan kaki, pikir saya. Ternyata saya salah. Jalur mobil dan bis mengalami kemacetan yang dahsyat. Mobil menyerobot jalur bis sehingga terjadi kemacetan yang mengakibatkan jalur sejauh 1 km saja ditempuh dalam waktu setengah jam. Saya yang sudah gregetan pengen keluar dan berjalan kaki saja terpaksa mengurungkan niat karena pejalan kaki dilarang untuk melewati jalan raya. Akhirnya setelah menjadi ikan sarden selama 30 menit, kami pun sampai di dermaga ferry Butterworth.

(UPDATE)Untungnya proses renovasi stasiun ini sudah selesai sekarang, jadi anda tidak perlu lagi naik bis ke dermaga ferry.

IMG20171224132755.jpg
Loket ferry menuju Georgetown

Sesampainya di dermaga Ferry, kami kemudian mengantri untuk membeli tiket menuju Georgetown. Tiketnya hanya 1.20 ringgit saja dan perlu anda ketahui bahwa anda hanya perlu membeli tiket jika anda pergi ke Georgetown dari Butterworth. Rute sebaliknya (Georgetown-Butterworth) tidak memerlukan tiket alias gratis. Ferry menuju Georgetown menampung mobil,motor dan juga penumpang, sehingga anda akan berbagi ruang dengan mobil ketika anda berada di ferry. Walaupun demikian nyebrang dengan ferry dari Butterworth-Georgetown cukup menyenangkan. Saya  sudah menggunakan ferry ini berkali-kali namun masih selalu merasa takjub ketika melihat ferry mendekati Pangkalan Weld dan pemandangan Clan Jetties dengan kuilnya.

 

Sesampainya di Pangkalan Weld (nama dermaga ferry di Georgetown), kami pun kemudian berjalan kaki menuju Rope Walk Guest House, tempat kami menginap  selama di Penang. Ah akhirnya kami di Penang.

Ringkasan bagaimana nyebrang dari Hat Yai (Thailand) ke Penang (Malaysia)

1. Naik kereta dari Hat Yai menuju Padang Besar (50baht) durasi (50menit).

2. Setelah melewati imigrasi Thailand dan Malaysia, beli tiket kereta commuter menuju Butterworth (12ringgit) dan naik kereta commuter turun di stasiun paling akhir yaitu Butterworth. Lama perjalanan sekitar 2 jam.

3. Dari stasiun kereta Butterworth, jalan kaki ke terminal ferry menuju Pangkalan Weld (Georgetown).

4. Beli tiket ferry seharga 1.20 ringgit. Setelah menyebrangi selat dengan Ferry anda sudah sampai di Georgetown,Penang.

Buat yang mau pergi dari arah Penang – Hatyai, jalur ini bisa ditempuh juga dari arah sebaliknya. Cek dulu jadwal kereta Butterworth – Padang besar di link ini :
https://www.train36.com/penang-padang-besar-komuter-train.h…

Lalu cek jadwal Padang Besar – Hat Yai di link ini : https://www.train36.com/padang-besar-hat-yai-shuttle-train.…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s