Mengagumi Keindahan Akuaduk Romawi Kuno di Roma

Sinar mentari pagi menyambut kami yang masih terlelap di hotel Scalini de Trastevere. Kecapean karena paseggiata kemarin membuat kami malas bangun dan memilih ngulet lebih lama di hotel. Tiba-tiba pikiran saya mulai bekerja dengan aktif dan memikirkan apa yang harus kami lakukan hari ini. Oh iya, kita kan mau mengunjungi  Vatican dan aqueduct! Segera saya bangun dan menyiapkan sarapan. Uniknya di hotel ini, kami sudah diberi sarapan dari kemarin saat kami check in. Ada meja di kamar kami yang diatasnya sudah tersedia sekeranjang makanan ringan seperti roti, buah-buahan, selai dan kapsul kopi. Sebuah mesin pembuat kopi tersedia di kamar hotel kami dan saya tinggal menaruh kapsul kopi ke mesin dan segelas espresso pun tersaji.

 

Usai menikmati sarapan nikmat di kamar hotel, kami pun berangkat menuju Vatican City. Berjalan menuju Vatican City jelas bukan pilihan kami, walau pun google map menunjukkan jarak dari Trastevere dan Basilica St Peter hanya sekitar 40 menit jalan kaki. Kami pun memilih menumpang kereta lokal dari Stasiun Trastevere dan turun di Stastiun San Pietro yang terletak di belakang Basilica St Peter. Setelah menumpang kereta selama kurang lebih 10 menit, kami pun sampai di Vatican City. Namun kami segera disambut dengan keramaian para rohaniawan Katolik yang mengantri untuk masuk ke Basilica St Peter. Petugas keamanan mengatakan kalau hari ini ada perayaan untuk menghormati St Paulus dan St Petrus sehingga gereja tertutup untuk umum sampai siang hari. Akhirnya kami pun banting setir menuju tujuan kami selanjutnya yaitu Aqueduct Park (Parco dell Acquedotti). Aqueduct Park adalah kawasan taman yang juga merupakan tempat sisa-sisa bangunan akuaduk (bahasa Indonesia baku hehe) berada. Akuaduk adalah bangunan batu karya bangsa Romawi yang berfungsi mengalirkan air dari pegunungan menuju pusat kota. Pada masa jayanya, Roma dijuluki Regina Aquarum atau Ratu Air karena Roma berlimpah dengan air yang dihantarkan oleh jaringan akuaduk yang terbentang dari pegunungan dan mata air di luar kota Roma. Bangunan ini mengalirkan air tanpa bantuan pompa mekanik atau mesin dan menghidupi kota Roma yang sangat membutuhkan air. Wajar saja, gaya hidup bangsa Romawi memang tidak bisa lepas dari air. Roman Baths (Pemandian), air mancur, Kolam berenang dan banyak fasilitas publik lain sangat bergantung pada air. Terbukti Roma runtuh saat bangsa barbar menghancurkan jalur air ini dan membuat asupan air ke Roma terganggu. Beberapa dari akuaduk ini sampai sekarang masih berfungsi dan mengalirkan air ke cadangan air kota Roma.

 

Perjalanan kami ke Acqueduct Park kami awali dengan menumpang kereta lokal dari stasiun Metro Ottaviano yang terletak paling dekat dengan Vatican. Acqueduct Park terletak sekitar 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Metro Giulio Agricola (line merah). Metro Roma cukup nyaman dan modern, setidaknya masih lebih keren dari pada Metro di Naples. Ramai dan didominasi oleh pekerja kantoran yang berangkat kerja. Kami turun dari Metro dan disambut oleh awan kelabu pertanda hujan akan segera tiba.

 

Berjalan dari Metro Giulio Agricola, kami melewati kompleks perumahan dan sekitar 10 menit berjalan kami pun sampai di kawasan Acqueduct Park. Taman dengan pepohonan  tinggi dan kursi taman yang kosong mengawali langkah-langkah kami menuju akuaduk. Serangkaian akuaduk yang tampaknya tidak begitu kuno menyambut kami. Akuaduk ini ternyata adalah Akuaduk Felice yang dibangun oleh Paus Sixtus V yang berjanji untuk membawa kembali air ke Roma setelah penunjukkannya sebagai Paus. Akuaduk ini dibangun di abad 16 dan merupakan akuaduk yang paling muda umurnya dibanding akuaduk lain di Roma.

 

Berjalan meninggalkan Akuaduk Felice, kami sampai di jalan kecil yang mengantarkan kami menuju tanah lapang dengan akuaduk yang mengular sebagai latarnya. Kami telah sampai di tujuan utama kami yaitu Aqua Claudia. Aqua Claudia adalah akuaduk yang diinisiasi oleh Kaisar Nero dan kemudian diselesaikan oleh penerusnya yaitu Kaisar Klaudius. Akuaduk yang tinggi dan besar ini merupakan akuaduk utama yang mengalirkan air dari mata air Caeruleus dan Curtius menuju Roma. Akuaduk ini berdiri sendirian di tengah tanah lapang saat itu dipenuhi oleh rumput hijau yang menguning. Langit mendung menambah suasana sendu tempat ini. Kami berdua pun berfoto-foto dan kemudian hujan gerimis mulai turun. Kami berdua kemudian berteduh dibawah akuaduk.Berteduh dibawah akuaduk adalah pengalaman yang amat langka.

Setelah berteduh cukup lama, kami pun memutuskan untuk berjalan dibawah gerimis. Hujannya awet sepertinya dan kami sudah kelaparan dan ingin mengunjungi tempat lain. Langkah kami pun semakin menjauhi akuaduk dan kembali ke perumahan dimana Stasiun Metro Giulio Agricola sudah menunggu kami.

Additional Info:

  • Acqueduct Park dibuka 24 jam sehari dan gratis. Anda bisa mengunjungi tempat ini kapanpun.
  • Banyak penduduk lokal yang menggunakan tempat ini sebagai tempat berolahraga. Jika anda ingin jogging atau naik sepeda, tempat ini sangat ideal untuk anda.
Advertisements

One thought on “Mengagumi Keindahan Akuaduk Romawi Kuno di Roma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s