Napak Tilas Kekristenan di Turki

” Wisata Nasrani di Turki? Ah Turki kan negara Islam, masa bisa wisata nasrani?” begini reaksi teman saya ketika saya bilang akan mengunjungi Turki dan tempat-tempat bersejarah umat Kristen. Spontan saya jawab, ” wah bro, you kurang baca nih, Turki bukan negara Islam, tapi sekuler dan banyak tempat bersejarah bagi umat Kristen yang bertempat di Turki sekarang.”

Negara yang kita kenal sebagai Turki sekarang merupakan daerah kaya budaya hasil dari dominasi berbagai bangsa yang pernah menguasai daerah ini. Dari bangsa Hittite, Yunani,Romawi, Byzantium, Ottoman semua meninggalkan jejaknya di tempat yang dulunya dikenal sebagai Asia Minor ini. Sebelum kedatangan bangsa Ottoman, Asia Minor merupakan salah satu provinsi terbesar di Kekaisaran Romawi Kuno. Penduduk Asia Minor kala itu sebagian besar merupakan bangsa Yunani dan Romawi yang telah bermukim di tempat ini jauh sebelum bangsa Turki datang dan menguasai tempat ini. Bangsa Romawi dibawah pimpinan para kaisarnya membangun kota-kota dan jalan-jalan di Asia Minor dan memberikan jalan untuk penyebaran agama Kristen.

Ketika membaca Kisah Para Rasul di Kitab Perjanjian Baru, anda akan menyadari bahwa sebagian besar peristiwa yang terjadi di dalam Kitab ini terjadi di Asia Minor alias Turki sekarang. Kitab yang berisi catatan perjalanan para rasul ini berlatar belakang di kota-kota Romawi di Asia Minor yang kala itu juga merupakan kantong-kantong diaspora bangsa Yahudi. Paulus, Petrus, Lukas, Yohanes dan lainnya pernah menjejakkan kakinya di sini. Selama tiga kali kunjungan ke Turki, saya sempat mengunjungi beberapa situs yang berhubungan dengan Kekristenan mula-mula di Asia Minor. Sebenarnya ini merupakan catatan perjalanan saya, namun saya kumpulkan agar mudah untuk para pembaca dalam mencari informasi.

Selcuk dan Sekitarnya

Selcuk pada masa kekaisaran Romawi merupakan metropolitan yang berpusat di Efesus. Kota pelabuhan yang besar ini merupakan kota yang kaya dan merupakan pusat penyembahan Dewi Artemis. Kuilnya yang termasuk salah satu keajaiban dunia kuno terletak disini. Tercatat beberapa peristiwa di Kitab Perjanjian Baru terjadi di sini seperti misi pelayanan Paulus di Efesus dan juga surat Paulus kepada jemaat di Efesus. Selain itu, kota ini juga merupakan tempat pelayanan Rasul Yohanes di masa tuanya sampai akhir hayatnya. Menurut tradisi, setelah peristiwa penyaliban, Yohanes membawa Bunda Maria ke gunung Bulbul dan tinggal disana. Kita masih bisa mengunjungi rumah yang dipercaya merupakan tempat tinggal Bunda Maria di Efesus. Yohanes yang lolos dari hukuman mati oleh Kaisar , diasingkan ke pulau Patmos dan kembali ke Efesus di masa tuanya. Bukit Ayasoluk di Selcuk dipercaya merupakan tempat Rasul Yohanes menulis kitab Injil menurut Yohanes.

 

Selcuk, Basilica of St John: “This is my resting place forever,here will I dwell”

Selcuk, Sirince : Desa “Buruk Rupa” yang “Cantik Jelita”

Selcuk,House of Virgin Mary : Berkunjung ke rumah sang Bunda

Selcuk-House of Virgin Mary-Miletus- Didyma : The Ride to Die For

Miletus : Kota Sang Filsuf dan Persinggahan Sang Rasul

Didyma, The Temple of Apollo : The Quest for The Ancient Oracle

Selcuk, Artemision(Kuil Artemis): Pilar Keajaiban Dunia

Selcuk, Kota Kuno Ephesus : A Walk with the Saints, Emperors and Gods

Riding around Selcuk : Petualangan Mencari Kota Pelabuhan dan Jalan Suci yang Hilang

Riding around Selcuk : Mengunjungi Sang Peramal di Kuil Apollo Claros

Riding around Selcuk : Dari Efesus sampai Mesjid Isa Bey

7 Gereja di Asia Kecil

 

Di Kitab Wahyu yang ditulis oleh Rasul Yohanes dalam pengasingannya di Pulau Patmos, Yesus Kristus menyampaikan pesan kepada 7 gereja atau jemaat di Asia. Ke tujuh Gereja tersebut adalah orang-orang kristen mula-mula yang tinggal di kota Efesus, Laodikea, Smirna, Sardis, Pergamum, Tiatira dan Philadelphia. Dalam 2 kali kunjungan saya ke Turki, saya menyempatkan untuk mengunjungi 5 dari 7 gereja tersebut (Efesus,Laodikea,Smyrna, Sardis dan Pergamum). 2 gereja sisanya saya lewatkan karena letaknya yang terpisah jauh dari rute perjalanan saya dan reruntuhannya yang belum diekskavasi dengan baik. Dari ketujuh kota tersebut yang paling terkenal dan mudah untuk dikunjungi adalah Efesus yang terletak di Selcuk sekarang.Smyrna sekarang sudah menjadi kota modern bernama Izmir dan reruntuhannya tersisa di kawasan Agora. Sardis terletak di kota Sart sekitar 2 jam dari Izmir.Reruntuhan Pergamum terletak di atas bukit tak jauh dari Bergama (3 jam dari Izmir). Laodikea terletak di tengah Denizli dan Pamukkale yang merupakan daerah populer untuk turis di Turki.

Pamukkale and Hierapolis : The Sacred City on the White Castle

Laodicea : A visit to the Lukewarm Church

Izmir : Reinkarnasi Smyrna yang Hangat dan Romantis

Sardis : Tempat Asal Mula Koin dan Legenda Emas Raja Midas

Pergamum : Mengunjungi Takhta Setan dan Berobat di Asklepion

Antalya dan Sekitarnya

 

Daerah pesisir pantai yang membentang dari Antalya sampai Fethiye dulunya bernama Lycia berdasarkan bangsa Lycia yang menghuni daerah ini sebelum ditaklukkan oleh tentara Romawi. Daerah yang strategis ini pada zaman Perjanjian Baru merupakan tempat transit jalur perdagangan di Laut Mediterania. Rasul Paulus dan teman seperjalananya seperti Lukas, Barnabas dan SIlas pernah singgah di sini. Tercatat Paulus dalam perjalanannya memberitakan Injil pernah berganti kapal di Patara dan mampir juga di Antalya. Jika anda punya banyak waktu , anda juga bisa mengikuti rute perjalanan Rasul Paulus memberitakan Injil yang sekarang dikenal dengan nama St Paul’s Trail.  Sayang, saya tidak punya waktu untuk mencoba rute perjalanan ini dan cukup puas mengunjungi Patara dan Antalya.

Patara : Menikmati Keindahan Pantai Terpanjang di Turki dan Kota Kelahiran Santa Claus

Antalya : The Most Beautiful Place on Earth

Cappadocia

Daerah dengan kontur permukaan tanah yang mirip permukaan bulan atau planet ini dulunya merupakan kantong umat Kristen mula-mula di zaman Romawi. Disebutkan dalam Surat Petrus I : 1, Cappadocia merupakan komunitas umat kristen yang disapa oleh Rasul Petrus. Bila kita mengunjungi Cappadocia, banyak terdapat peninggalan umat Kristen yang berupa biara, kota bawah tanah, gereja dan bangunan lainnya. Di Goreme sendiri terdapat kompleks Open Air Museum yang kaya dengan peninggalan umat Kristen. Saya sempat mengunjungi beberapa tempat di Cappadocia yang menarik untuk memperdalam pengetahuan kita tentang umat Kristen mula-mula.

Goreme Open Air Museum : A Visit to the Eternal Memory

Cappadocia, Goreme : A Cup of Cappadocia in A Day

Sebenarnya masih banyak situs-situs yang berhubungan dengan kekristenan mula-mula di Turki, namun sayangnya saya belum memiliki kesempatan untuk mengunjungi sisanya. Semoga di suatu saat nanti, saya bisa melengkapi isi artikel ini dengan tempat-tempat bersejarah lainnya. Semoga….

Advertisements

4 thoughts on “Napak Tilas Kekristenan di Turki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s