Amalfi Coast Honeymoon (Part 3) : A Short Date with Positano

Setelah mengunjungi Ravello, kami pun segera tancap gas menuju Positano. Sekali lagi kami harus menyusuri jalanan menurun yang berkelok-kelok bagai ular, namun kali ini kami diberi sensasi ekstra sengatan sinar mentari siang yang menggigit. Tidak pake jaket, bermodal T-Shirt tipis dari Uniqlo, motoran kali ini memang nyari gara-gara sama panasnya Italia selatan. Setelah bergosong-ria selama kurang lebih setengah jam, kami pun menepi di Praiano untuk menentramkan perut yang daritadi protes lantaran belom dikasi apa-apa selain limoncello.

Praiano adalah satu dari beberapa kota kecil yang tersebar di sepanjang Amalfi Coast. Saya sendiri baru mengetahui adanya kota ini ketika dalam perjalanan menuju Positano. Perut keroncongan ditambah sengatan matahari yang ganas akhirnya memaksa kami menepi di tepi jalan dekat sebuah gereja dengan kubah yang berwarna unik. Gereja San Gennaro namanya. Berdiri kokoh dengan warna pastel dan kubahnya yang berwarna hijau kuning. Konon Amalfi Coast dulunya sering diserang oleh bajak laut Arab dan para bajak laut ini juga memberikan pengaruh budaya Arab dalam bentuk arsitektur di Amalfi Coast, seperti di gereja ini. Bentuk kubah dan warnanya tidak lazim ditemui di gereja-gereja Italia lainnya. Kami pun kemudian masuk ke sebuah restoran yang terletak di sebelah gereja ini. Begitu melihat menunya kami pun tersenyum kecut, wah mahal juga ya. Namun perut tidak mengenal harga, kalau sudah lapar ya hajar bleh. Kami pun kemudian memesan dua piring pasta dan sekaleng soda. Untungnya, kami diberi tempat menghadap laut dengan pemandangan Positano yang indah nun jauh disana. Makan siang yang lezat dengan pemandangan kelas dewa ini benar-benar kejutan bagi kami yang tidak menyangka bisa menikmati makan siang seperti ini. Setelah makan siang selesai, kami pun diberi complimentary drink dua shots limoncello. Si nyonya yang kapok minum limoncello segera mengoper gelasnya untuk saya. Wah hari ini puas saya minum limoncello.

Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Positano. Buat yang belum tau apa itu Positano, Positano adalah kota destinasi utama di Amalfi Coast. Kota yang dulunya merupakan pelabuhan dari Republik Amalfi ini  amat terkenal sebagai tujuan turis dari zaman dahulu. Salah satu penulis novel kesukaan saya, John Steinbeck pernah mengunjungi Positano dan sangat terkesan dengan kota di tepi tebing ini. “Positano bites deep.It is a dream place that isn’t quite real when you are there and becomes beckoningly real after you have gone.” demikian ujarnya. Positano is definitely a place to visit and stay for a while, or longer.

Terkenal dengan bangunan perumahan berjejer di tebing yang menghadap ke laut, Positano merupakan tempat berleha-leha wisatawan mancanegara yang merindukan sinar mentari dan laut biru yang indah. Banyak turis yang mengunjungi tempat ini untuk sekedar tiduran sambil membaca buku di tepi pantai atau sekedar berjalan-jalan tanpa destinasi tertentu. Nyantai sambil minum limoncello atau duduk menikmati pemandangan indah khas Amalfi. Sayangnya waktu kami di Positano tak banyak dan gerombolan turis terlihat di mana-mana sampai ke bagian terpencil dari Positano. Pesona Positano dan keindahannya membuat banyak turis, terutama pecinta sinar matahari, bergerombol ke kota ini. Kami berdua pun hanya berjalan-jalan cuci mata di jalan kecilnya yang penuh dengan toko-toko kecil yang memiliki tema yang sama. Lemon. Yup, buah kuning mirip jeruk ini seolah sinonim dengan kota-kota di Amalfi Coast. Dari lemon beneran sampai minuman lemon dan pernak-pernik berbau lemon tersedia di sini. Kami pun sempat mencicipi granita (es serut) yang tentu saja rasa lemon.

Setelah cuci mata di sekitar kota, kami pun mampir ke pantai untuk menikmati pemandangan laut dihadapan Positano ini. Banyak turis yang berenang dan ada juga yang menyewa kursi pantai lengkap dengan payungnya untuk sekedar berleyeh-leyeh menikmati suasana pantai. Dari pantai ini, kita bisa melihat kota Positano dengan jejeran bangunannya yang bertingkat dengan warna pastel. Sekilas mirip dengan salah satu kota di Cinque Terre, yang memang merupakan saingan Amalfi dalam merebut perhatian turis di Italia. Jika ditanya bagus mana Cinque Terre atau Amalfi Coast, saya hanya bisa menjawab,”dua-duanya”. Keduanya memiliki daya tarik yang sulit untuk dibandingkan dan rasanya tidak adil untuk mengatakan yang satu lebih baik dari yang lain. Pergi saja dua-duanya dan rasakan sendiri keindahannya. Niscaya pasti bingung menjawab bagus mana diantara keduanya.

Sayang sungguh disayang, kami tidak punya banyak waktu di Positano. Setelah berleyeh-leyeh di pantai, kami pun kemudian memutuskan untuk capcus ke Amalfi, destinasi  kami selanjutnya sebelum kembali ke Salerno. Sebenarnya kami masih merasa enggan untuk pergi, namun sang waktu tidak mengizinkan dan Amalfi tidak mungkin kami lewatkan. Some other day perhaps, Positano..We shall return.

 

How to get here:

Positano dapat dicapai dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dari Salerno atau Sorrento. Bis Sitabus berangkat dari jurusan Salerno-Positano via Amalfi dan Sorrento-Positano. Jadwal bis bisa dilihat di sini.Positano bisa juga dicapai dengan kapal ferry dari Sorrento,Amalfi dan Salerno. Konon, salah satu cara terbaik untuk menikmati pemandangan Positano adalah dengan menumpang kapal Ferry.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Amalfi Coast Honeymoon (Part 3) : A Short Date with Positano

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s