Naples, here we come : Kisah norak tentang apartemen dan restoran tanpa menu.

Pagi menjelang di Treviso, saya dan si nyonya pun segera meninggalkan Hotel Continental menuju Bandara Treviso. Bermodal dua tiket bus seharga 2 euro, kami pun naik bis yang berhenti tak jauh dari hotel. Inilah enaknya nginep di Treviso, akses menuju bandara Treviso yang dipakai oleh lowcost airline seperti Ryan Air dan Easy Jet sangat mudah. Bandara hanya berjarak 10 menitan dari pusat kota Treviso.

Bandara Treviso terbilang sepi dibandingkan dengan bandara lain di Italia yang pernah kami singgahi. Fasilitas basic seperti cafe, tempat penitipan tas tersedia di bandara ini. Secangkir capucinno pun kemudian menemani pagiku di bandara ini. Rasa ngantuk masih bersarang di mata dan capucinno pun ga cukup kuat buat mengusir kantuk akibat pulang kemalaman dari Venesia semalam. Untung ke Naples-nya naik pesawat, kalo naik kereta bisa 8 jam baru nyampe. Tidak menunggu lama, kami pun kemudian sudah duduk di kursi yang jauh terpisah dalam pesawat RyanAir. Tak apa sayang, kita akan bersama lagi dalam waktu sejam di Naples.

 

Perjalanan selama sejam pun tidak terasa karena saya sibuk membaca buku Rick Steves’ Guide to Italy. Baru saja pintu pesawat dibuka, udara hangat khas Italia selatan pun berhembus dan matahari yang bersinar cerah menyambut kedatangan kami di Naples International Airport. Berbekal informasi yang saya dapat dari googling, kami kemudian naik Alibus yang sudah menunggu di luar bandara menuju Piazza Garibaldi atau lebih populer disebut Napoli Centrale yang merupakan stasiun kereta utama di Naples. Awalnya saya agak was-was membawa si nyonya ke Naples. You know, banyak sekali berita-berita tidak mengenakkan mengenai kota asal mula Pizza ini. Sarang mafia lah, kumuh lah, jorok lah, banyak copet lah dan bla bla blahhh. Namun obsesi ingin mengunjungi Herculaneum dan Amalfi Coast serta mengajak si nyonya mencicipi pizza Margherita lebih kuat dari rasa takut saya. So here we are at Napoli Centrale trying to take a Metro to Salvator Rosa Stazione tempat host Airbnb kami berada.

Salvator Rosa bukanlah daerah turis seperti kebanyakan daerah di Naples. Saya pun tidak banyak berharap ketika tinggal di sini. Saya cuma kebetulan menemukan apartemen Airbnb dekat metro yang menawarkan pemandangan Gunung Vesuvius dan Teluk Napoli dengan harga hanya 30 euro semalam. Harga segini di Italia itu sudah murah dan tanpa pikir panjang akhirnya saya pun memesan tempat ini. Hostnya Giovanna aktif menghubungi saya dan memberi tahu bagaimana mencapai apartemennya. Apartemen Giovanna ternyata terletak hanya di kompleks apartemen (rumah susun) di seberang stasiun metro Salvator Rosa. Ketika sampai di apartemennya, kami disambut oleh seorang wanita Rusia bernama Navina yang ternyata adalah asisten rumah tangga Giovanna. Navina tidak bisa berbahasa Inggris namun kami bisa berkomunikasi modal bahasa Italia pas-pasan. Navina memberikan sebuah kertas dalam bahasa Inggris yang bertuliskan peraturan menginap di apartemen Giovanna awalnya kami tidak menyadari kalau apartemen ini disewakan seluruhnya karena kami mengira akan tinggal dengan host seperti penginapan kami di Rimini. Ternyataaaa we have this apartment for ourselves.

IMG20170624221937
Pemandangan dari balkon apartemen saat malam hari

Apartemen Giovanna yang luas ini memiliki dua kamar tidur, ruang tamu,balkon yang menghadap Gunung Vesuvius dan Teluk Napoli, dapur dan segala perlengkapannya, kamar mandi dengan bath tub dan mesin cuci. Semua perabotan dan perlengkapan di rumah boleh dipakai dengan bebas dan bertanggung jawab. Saya sampai terperangah dengan apartemen ini. Dari luar gedungnya memang tidak menarik, well banyak sekali grafitti dan maaf kotoran anjing di gang mengingatkan saya pada gang rumah saya di Jakarta. This apartment is definitely a steal.

Setelah menaruh tas kami, kami pun keluar mencari makan. Navina sempat memberikan saran tempat makan yang enak namun karena kami tidak paham apa yang dia katakan, kami pun mencoba mencari sendiri. Akhirnya kami sampai di sebuah restoran lokal bernama Tratorria Romano. Nah disini kemudian terjadi situasi komedi atau komedi situasi melibatkan dua orang Indonesia keturunan Tionghoa dan sekelompok orang Italia. Ternyata tidak ada seorang pun di restoran ini yang bisa berbahasa Inggris dengan fasih. Ketika masuk,pelayan kemudian membawa kami ke dapur dan berkata ” no pizza, no pasta.” Kami pun bingung dan mencoba meminta menu. “no menu”. Lahhh..no menu trus gimana mesennya? makan apaan nih? Sang pelayan dan beberapa tamu mencoba menjelaskan sambil menunjuk-nunjuk ikan mentah, daging ayam dan sayur-sayuran. Akhirnya saya pun paham, ternyata di restoran ini kita bisa meminta koki memasak dari bahan yang ada. Karena melihat daging ayam, saya pun berkata pada koki,”pollo due” alias ayam dua. Semua tamu dan koki tersenyum mendengar saya berbahasa Italia. Selain itu kami juga memesan salad yang kebetulan karena saya tahu katanya dalam bahasa Italia.  Kami pun duduk menunggu sambil menikmati bir dan minuman air peach yang diberikan secara gratis on the house oleh sang pelayan. Ayam yang kami pesan tadi dimasak dengan dipanggang dan rasanya sungguh gurih dan nikmat. Saking laper dan enaknya kami menyantap habis ayam panggang tersebut dengan segera.  Salad yang kami pesan juga berukuran jumbo dan bahkan lebih untuk kami berdua. Perut kami kenyang dan tagihannya cuma 14 euro saja. Bayangkan dua porsi ayam besar dengan salad dan bir cuma 14 euro. Luar biasa.

Setelah perut kami kenyang, kami pun siap memulai perjalanan kami menuju dua kota kuno di sekitar Napoli, yaitu Herculaneum dan Pompeii.

Transportasi di Napoli

  • Dari airport : Alibus merupakan bis yang melayani penumpang yang hendak pergi menuju pusat kota (Napoli Centrale) dari Airport. Tiket dapat dibeli di bis dan harganya 4 euro seorang.
  • Napoli Centrale merupakan pusat transportasi di Napoli. Stasiun raksasa ini melayani kereta antar kota (Trenitalia dan Italo), Circumvesuviana (kereta menuju Herculaneum, Pompeii, Sorrento), Metro Line Kuning dan Biru. Jika anda ingin pergi ke kota lain dengan kereta, Napoli Centrale lah tempat anda berangkat.
  • Napoli memiliki berbagai macam mode transportasi dari bis, kereta, kereta circumvesuviana, tram, kereta gantung dan juga metro.Seperti kota besar lainnya di Italia, Napoli memiliki kartu transportasi yang berlaku harian, mingguan bahkan bulanan. Selain itu ada kartu lain khusus turis yang sangat berguna untuk menghemat pengeluaran yaitu Campania Artecard. Dengan kartu ini kita bisa menggunakan semua mode transportasi di Napoli selama 3 hari serta menikmati dua kunjungan ke tempat wisata berbayar seperti Pompeii, Herculaneum, Museum Napoli, dll. Jika anda berniat mengunjungi tempat-tempat wisata tersebut, beli lah kartu seharga 32euro ini.Info lebih lanjut klik di sini.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s