The Ones That Got Away (Turkey 2014)

Dalam sebuah perjalanan, sering sekali terjadi suatu masalah yang membuat kita harus merubah rencana awal dan menyesuaikan dengan kondisi perjalanan,nah tulisan saya kali ini membahas tempat-tempat yang semestinya saya kunjungi di Turki namun kemudian saya batalkan karena beberapa alasan tertentu.

1. Pergamum


Pergamum adalah kota kuno yang didirikan oleh Jendral Lysimachus (salah satu anak buah Alexander Agung). Kota yang pada zaman yunani kuno dan romawi ini terkenal sebagai pusat peradaban dunia dengan bangunan perpustakaan, pusat pengobatan dan bangunan relijius. Kota Pergamum ini juga disebut sebagai tahta Setan di dalam Injil karena kuatnya pengaruh paganisme di kota ini.
What to see : Akropolis of Pergamum (seperti Akropolis di Athena dan Rhodes, acropolis ini merupakan tempat kuil-kuil dan bangunan pemerintahan), Asklepion ( tempat pengobatan ala Yunani yang lebih menekankan pada terapi spa dan mimpi), Red Basilica (Kuil Serapis yang berukuran besar dan dianggap sebagai tempat “Tahta Setan” berada), teather yang lokasinya paling terjal sedunia.
Why did I miss it? Bis dari Istanbul menuju Bergama tidak datang di malam saya semestinya berangkat, akhirnya saya batal pergi dan terlantar di Otogar di tengah malam yang dingin.(untuk pengalaman saya terlantar di Otogar Istanbul klik disini)
How to reach this place? Ada bis Metro Turizm yang berangkat langsung ke Bergama (Pergamum) setiap malam (cek lagi di Otogar). Atau naik bis menuju Izmir dan kemudian lanjut naik bis menuju Bergama.

2. Ortakoy


Pernahkah anda melihat sebuah mesjid berwarna putih gading berkilauan di tepi birunya laut Bosphorus? Nah itulah mesjid Ortakoy yang terkenal dengan keindahan desain Neo Baroque-nya. Mesjid yang dibangun pada abad ke 19 ini dibangun dengan desain yang berbeda dari mesjid-mesjid di Istanbul pada umumnya. Jika anda naik kapal ferry dan mengikuti Bophorus Cruise, anda pasti melewati mesjid yang indah ini.
What to see: Mesjid indah dengan nuansa Neo Baroque dan pemandangan indah di tepi Selat Bophorus. Selain itu anda juga bisa wisata kuliner di Ortakoy. Kumpir ( kentang panggang dengan berbagai topping) siap menggugah selera anda ketika berjalan-jalan mengagumi mesjid ini.
Why did I miss it? Simple, I was too cheap and lazy to dive into Istanbul traffic. Saat itu saya diberitahu kalau untuk mencapai Ortakoy, saya perlu naik taxi atau bis dan jalan menuju tempat ini macet parah. Akhirnya saya hanya puas menatapnya dari kapal ferry yang saya tumpangi sambil memotret-motret saja.(untuk cerita saya naik kapal ferry di Istanbul klik disini)
How to reach this place? Ortakoy dapat dicapai dengan naik bis no 40 dari Taksim Square.
3. Priene

priene

Salah satu best moment saya ketika mengunjungi Turki setahun yang lalu adalah naik motor di sekitar Selcuk mengunjungi Miletus, Dydima dan Ephesus. Namun ada satu kota kuno yang saya lewatkan karena keterbatasan waktu. Kota itu adalah Priene. Priene terletak 35 km dari Selcuk dan memiliki pemandangan yang indah dengan latar gunung Mykale. Biasanya Priene merupakan bagian dari tour PMD (Priene, Miletus, Didyma), turis yang mengambil tour PMD akan mengunjungi ketiga kota kuno ini dan berakhir di pantai Altikum sebagai bonus.
What to see : reruntuhan kota kuno dengan latar pegunungan dan dataran yang dulunya merupakan bagian dari laut Aegea. What more to ask?
Why did I miss it? Sebenarnya saya sudah melewati Priene dalam perjalanan menuju Didyma, sayangnya saat itu saya terlalu buru-buru ingin sampai di Didyma dan kembali sebelum pintu masuk Ephesus ditutup. Akhirnya Priene saya lewatkan dan perjalanan saya lanjutkan ke Miletus. (untuk membaca pengalaman saya naik motor dari Selcuk ke Didyma, klik di sini)
How to reach this place? Hmm..untuk kendaraan umum sepertinya agak sulit kecuali ikut tour. Sewa motor atau mobil lebih memungkinkan untuk ke sini. Priene terletak 35 km dari Selcuk. Dari Selcuk kita bisa menempuh jalan menuju Ortaklar dan kemudian beralih ke jalan raya D525. Jalan raya D525 adalah jalan yang menghubungkan Ortaklar sampai Didim (tempat Kuil Apollo Didyma)

4. Miletus (Sacred Way)


Searah dengan Priene dan Didyma, Miletus adalah salah satu kota kuno yang namanya terkenal di dunia filsafat dan juga agama Kristen. Beberapa filsuf terkenal berasal dari kota di tepi sungai Meander ini dan kota ini juga pernah dikunjungi oleh Rasul Paulus dalam perjalanan penginjilannya di Asia Kecil (Turki sekarang). Sebenarnya saya sempat mengunjungi kota ini, sayangnya saya hanya sempat mengunjungi teaternya tanpa sempat mengeksplorasi bagian-bagian lain dari reruntuhan kota ini. Bagian yang terlewatkan oleh saya dan paling saya sesali adalah Sacred Way, atau jalan suci yang dulunya menghubungkan Miletus dengan Didyma. Jalan ini digunakan untuk prosesi penyembahan di Kuil Apollo dan kiri kanannya banyak dihiasi patung-patung pualam yang indah. Patung-patung ini dapat dilihat di Museum di Miletus dan Didyma.
What to see? Sebagian besar yang bisa dilihat di kota kuno ini adalah reruntuhan bangunan romawi seperti pemandian umum, stadium,teater dll. Yang membuat tempat ini istimewa adalah pelabuhannya yang sekarang telah mengering karena pengendapan sungai. Kota ini juga lebih kecil dan sepi dibandingkan dengan Efesus yang rame banget.(untuk tulisan saya tentang Miletus, klik disini
Why did I miss it? Time.. I didn’t have enough time 
How to reach this place? Lihat point How to reach this place Priene.
5. Toilet di Ephesus


Sampai di Ephesus pada jam 5 sore di musim panas memang menyenangkan. Rombongan turis sudah minggat dari kota tua yang pada zamannya adalah metropolitan setara dengan New York sekarang. Pilar-pilar kuil bermandikan cahaya senja dan langit yang biru menambah pesona kota tua ini. Jika anda maniak sejarah romawi seperti saya, anda akan merasakan suatu hubungan yang erat dengan Ephesus, apalagi kalau rombongan turis yang biasa menyemuti tempat ini sudah pergi. Itulah yang saya rasakan dengan Ephesus kala itu. Sayangnya mungkin karena gagal fokus dan kelelahan, saya gagal mencari toilet zaman Romawi yang ada di Ephesus. Saya berjalan modal feeling setelah tidak mendapatkan peta dari loket. Akhirnya sampai Ephesus tutup jam 7 malam, saya tidak menemukan toilet tersebut.
What to see? The best preserved Greco Roman city in Turkey or perhaps the world. Baru 10 % dari kota ini yang selesai diekskavasi. Mudah-mudahan di masa depan semakin banyak yang bisa dilihat di kota ini. (untuk tulisan lengkap saya tentang Ephesus, klik disini)
Why did I miss it? Well..saya telah menempuh perjalanan panjang dari selcuk menuju Miletus dan Didyma.Ephesus adalah tujuan akhir saya. Lapar,haus dan lelah mengakibatkan hilang fokus hingga gagal mencapai toilet haha.
How to reach this place? You mean the toilet? Konon, toilet (latrine) terletak satu komplek dengan bath of Scholastica. Dan letak dan yang mana Bath of Scholastica pun saya tak tahu kala itu. Jalan terbaik adalah bertanya ke sesama turis di sana atau mendapatkan peta.
6. Laodikea


Laodikea adalah nama kota kuno yang terletak tak jauh dari Pamukkale. Namanya identik dengan nama gereja yang tersebut dalam kitab Wahyu dalam Alkitab Perjanjian Baru. Kota ini terkenal kaya di masa lampau dan pernah menolak bantuan kaisar untuk membangun kembali kotanya setelah musibah gempa bumi. Reruntuhan kota ini terletak tak jauh dari Pamukkale.Reruntuhan yang belum lama direstorasi ini masih menyimpan banyak artefak dan bangunan yang masih menunggu untuk direstorasi. Sangat cocok untuk pecinta sejarah yang tidak suka dengan keramaian Efesus.
What to see? Stadium, jalan kuno, pemandian romawi dan beberapa kuil yang belum terindentifikasi namanya.
Why did I miss it? Dolmus yang akan membawa saya ke Laodikea dari Pamukkale tak kunjung datang. Akhirnya saya menyerah setelah menunggu setengah jam tanpa kepastian dan memilih meneruskan ke Traventines dan Hierapolis.(untuk tulisan saya tentang Pamukkale dan Hierapolis, klik disini)
How to reach here? Simple, naik dolmus tujuan Denizli-Pamukkale dan minta sopir dolmus untuk berhenti di Laokidiya (bahasa turki untuk Laodikea). Lalu jalan sedikit kira2 1km menuju situs Laodikea.

7. Oludeniz

turkey460x276
Oludeniz Lagoon, courtesy of http://www.theguardian.com/travel/2008/aug/17/turkey.hotels

Salah satu tujuan saya mengunjungi Fethiye adalah menikmati parasailing di Oludeniz. Menikmati pemandangan indah Oludeniz lagoon yang terkenal dengan keindahan warna biru lautnya dari udara sambil memacu adrenalin dengan parasut yang mengembang di belakang saya. Oludeniz adalah salah satu tujuan favorit turis Eropa di Turki. Keindahan pantai dan lagunanya sangat cocok untuk sekedar berbaring menikmati sinar matahari, berenang atau pesta pantai ala film-film barat.
What to see? Pantai dengan pasir putih dan laut biru yang sangat mempesona.
Why did I miss it? Setelah mengunjungi Kayakoy , saya salah naik dolmus. Semestinya saya naik dolmus ke Oludeniz, tapi malah nyasar balik ke Fethiye. Karena keterbatasan waktu, akhirnya saya milih ngadem di mall Fethiye. Cemen ye?(untuk tulisan saya tentang Fethiye, klik di sini)
How to reach here? Ada banyak dolmus menuju Oludeniz dari Fethiye.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s