Santorini (Part 1) : Hampir Malam di Santorini..

“bruakk..” suara keras roda pesawat Vueling yang mengantarkan saya dari Florence menuju Santorini ketika menyentuh landas pacu airport Santorini. Suara landing yang rada kasar ini kemudian disambut oleh riuh tepuk tangan para penumpang yang sebagian besar berasal dari Italia.Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan suasana Santorini pun mulai temaram. Langit yang biru kelabu menyambut saya di destinasi pertama saya yang pertama yaitu Santorini. Bandara Santorini tidaklah besar, mungkin hanya sebesar bandara Polonia Medan. Setelah turun dari pesawat, saya langsung berjalan menuju bandara dan keluar dari pintu exit tanpa ada pemeriksaan dokumen. Bis dan taksi telah menunggu di pintu keluar airport dan seorang bapak-bapak menawarkan menawarkan naik bis resmi ke kota Fira,tempat saya menginap. Segera, saya pun naik ke bis tersebut bersama banyak turis yang lain.

Santorini here I come..
Santorini here I come..
Pemandangan jalan menuju Fira dari Airport
Pemandangan jalan menuju Fira dari Airport

Bis sederhana ini kemudian segera berangkat. Saya mengisi waktu dengan menikmati pemandangan dari jendela bis. Nampaknya suasana sangat sepi dan gersang. Jalan yang lengang dan beberapa toko dengan abjad Yunani terpampang di depan toko membuat kesan saya terhadap pulau destinasi utama di Yunani ini menjadi agak hambar. Kok ga seperti yang ada di pikiran saya?Saya selalu membayangkan Santorini dengan keramaian yang mirip dengan Bali atau pulau wisata lainnya, tapi kali ini kenapa lengang?Namun, tak lama pertanyaan saya pun terjawab. Setelah bis sampai di Fira Bus Station, suasana mulai ramai. Banyak toko dan turis manca negara bersliweran dengan sepeda motor atau berjalan kaki. Suasana mirip Jalan Legian, Bali pun mulai terasa. Agaknya keramaian di Santorini hanya terpusat pada kota-kotanya, selain itu sepi dan lengang. Saya pun kemudian berjalan menuju Santorini Youth Hostel, tempat saya menginap 4 hari kedepan.

Fira at Night ( courtesy of http://www.tripadvisor.com/LocationPhotoDirectLink-g482942-d670303-i133361571-Pantelia_Suites-Fira_Santorini_Cyclades.html)
Fira at Night ( courtesy of http://www.tripadvisor.com/LocationPhotoDirectLink-g482942-d670303-i133361571-Pantelia_Suites-Fira_Santorini_Cyclades.html)

Santorini Youth Hostel terletak tak jauh dari terminal bis Fira, hanya butuh waktu 10 menit untuk berjalan ke sini melewati hotel-hotel dan rental sepeda motor. Hostel ini sebenarnya adalah tempat camping yang juga menyediakan akomodasi lain berupa hostel dan bungalow. Santorini Hostel juga memiliki fasilitas kolam renang dan bar sehingga tempat ini sangat lively siang dan malam. Kamar dormnya juga nyaman dengan kamar mandi dalam dengan loker yang cukup besar. Setelah menaruh loker dan mandi, saya pun berjalan keluar untuk mencari makan malam.

Santorini Hostel at night.
Santorini Hostel at night.

Pusat kota Fira mirip dengan Jalan Legian, Bali. Suasananya yang ramai dengan turis membuat saya seolah bukan berada di Yunani, tetapi Bali hanya saja di sini lebih banyak turis Eropa daripada Asia. Banyak toko-toko kecil yang menjual kebutuhan turis dan oleh-oleh seperti kaos, gantungan kunci sampai magnet bertema Santorini. Harga yang ditawarkan lumayan mahal dan saya tidak begitu tertarik shopping apalagi di hari pertama saya sampai di tempat ini. Saya hanya tertarik untuk mencari makan. Setelah berjalan melewati beberapa restoran, mata saya tertuju pada sebuah restoran kecil yang banyak dikunjungi penduduk lokal. Restoran ini menjual makanan khas yunani yaitu Souvlaki. Souvlaki adalah potongan daging (biasanya babi atau ayam) yang ditusuk dengan kayu lalu dipanggang. Souvlaki biasa disajikan dengan roti pita,kentang goreng dan bumbu tzatziki (mirip mayonnaise) serta selada dan tomat. Harganya hanya 2 euro untuk seporsi Souvlaki dengan roti pita. Saya memesan satu souvlaki dan seporsi Greek Salad yang ukurannya jumbo. Saya sendiri ga nyangka kalo porsinya bakal sebesar itu. Akhirnya dengan perjuangan keras, saya berhasil menghabiskan semua pesanan saya. Usai santap malam saya kemudian berjalan ke hostel untuk beristirahat. Esok hari kan kunanti, saat dimana Santorini diterangi mentari.

IMG_20150706_191307
Souvlaki
Greek Salad
Greek Salad

Tips :
1. Banyak orang yang menanyakan bagaimana saya menuju Santorini dan berapa harga tiket pesawat menuju pulau ini. Well, sebenarnya trip saya di Santorini ini adalah lanjutan dari trip saya sebelumnya yaitu di Italia. Usai mengunjungi Italia selama 9 hari, saya melanjutkan mengunjungi Yunani. Saya berangkat dari Bandara Amerigo Vespucci,Florence dengan pesawat Vueling menuju Santorini.Lantas bagaimana saya sampai di Roma, Italia? Saya berangkat dari Kuala Lumpur,Malaysia menuju Roma dengan pesawat Etihad.
2. Ada juga yang menanyakan bagaimana dengan visa yunani? Yunani termasuk dalam negara Schengen dan untuk mengunjunginya kita perlu mendapatkan Visa Schengen. Nah ini dia masalahnya, ketika saya ingin mendapatkan visa Schengen lewat kedubes Yunani, saya terbentur satu syarat pembuatan visa yaitu menyertakan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dari perusahaan tempat saya bekerja. Karena suatu hal, saya tidak mungkin mendapatkan SIUP perusahaan tersebut. Sehingga saya mencoba mendapatkan visa Schengen dari Kedubes Italia yang lebih mudah syaratnya. Sebagai ganti SIUP, saya hanya perlu menyertakan Surat Keterangan Pegawai Tetap beserta persyaratan lainnya yang relatif mudah dipenuhi. Singkat kata, saya akhirnya mendapatkan visa Schengen yang berlaku untuk Italia dan negara-negara Schengen lainnya termasuk Yunani.
3. Ada beberapa cara menuju Santorini. Cara tercepat adalah dengan pesawat dari Athens atau kota lain yang bandaranya membuka penerbangan ke Santorini. Karena saya dari Italia, saya memilih naik Vueling, low cost airline dari Spanyol. Santorini juga dapat dicapai dengan ferry dari Athens atau pulau lain di Yunani. Perusahaan ferry yang paling terkenal dan dapat diandalkan adalah Bluestar Ferries. Kapal ferry yang besar ini dilengkapi dengan fasilitas yang cukup mewah dan nyaman sehingga pelayaran menuju Santorini dari Athens akan sangat menyenangkan.

Next : Santorini (Part 2) : Berkelana di Oia dan Mengejar Matahari di Kaldera Santorini

Advertisements

14 thoughts on “Santorini (Part 1) : Hampir Malam di Santorini..

    1. Katanya sih lebi mudah Belanda,tapi karena ga minat ke sana jadinya via Italia.Lebih mudah sih dibanding lewat Yunani langsung,soalnya Italia diwakilkan sama perusahaan outsourcing buat urus visanya.Buat apply visa italia bisa download di webnya n bikin pertemuan dlu,setelah itu serain dokumen di Kuningan City.

      Like

    1. Hi Ayu,sayangnya ga ada penerbangan lsg ke Santorini dari Jakarta atau KL.kita harus transit di kota2 lain sblum ke sana.Sbagai contoh,perjalanan saya kmren,saya ke KL-AbuDhabi (transit)-Roma- jalan2 di Italy sampe naik pesawat ke Santorini dari Florence.

      Like

      1. hmm.. i see, dari KL nya ke italy degan pesawat emirates ya mas? ada promo murah gitu nggak sih mas? lalu untuk visa apa bisa diurus dari indonesia? makasih..

        Like

      2. Saya naik emirates ke italia,kalo promo sih tergantung sama maskapainya n musim.Yunani termasuk dalam negara Schengen jadi kita bisa apply di kedutaan negara2 schengen sperti Belanda,Italia,spanyol dll.Sayangnya,syarat untuk dapetin visa schengen langsung dari Yunani sangat sulit,mereka minta SIUP perusahaan tempat bekerja dan ini bagi saya ga mungkin saya dapetin.Makanya saya mengubah rencana,dari lsg ke Yunani menjadi Italia dan Yunani.Visa Schengen dari Italia mudah didapat.saya sarankan,coba apply visa dri negara schengen kayak belanda gtu..dri belanda atau negara lain di eropa mudah buat k yunani

        Liked by 1 person

      3. oh begitu, makasih banyak ya mas.. helpful sekali jawaban dan blognya. sudah aku catat mudah2an tahun depan jadi dan gak ada halangan.thank you alot 🙂

        Like

      4. ohh.. i see lalu dari kl ke roma naik emirates ya mas? apa ada promo murah gitu nngak? terus untuk visa apa bisa diurus lagsung di indoesia ya mas?makasih..

        Like

  1. halo mas hendra, nanya ya hehe.. waktu rental motor di santorini apakah diperlukan sim international?

    apakah ada biaya asuransi tambahan dari pihak rental motornya?
    banyak polisi ga? hehe..

    untuk akses wifi internet apakah susah di cari sehingga mas hendra beli sim card.?

    Like

    1. Sim International tidak diperlukan.Hanya butuh SIM C n keterangan kalau SIM C adalah untuk kendaraan roda dua (baca postingan saya soal santorini selanjutnya). Asuransi biasanya sudah termasuk dari pihak rental polisi banyak n ganteng2,suka mejeng di motornya haha..wifi mudah cuma karena saya kangen teman2 n keluarga di rumah saya beli sim card. Oh iya,nama saya Hendro bukan Hendra hehe..happy traveling!

      Like

  2. Mas hendro.. salam kenal.. rencana aku thn dpn mau ke Italia Yunani baru ke Turki. Transportasi dari Roma ke athene/santorini yg paling baik apa ya.. trus dari athene/santorini ke istambul enak nya naik apa.. rencana sih aku 13 hari dari paris interlaken Roma athene/santorini baru Turki. Mohon pencerahan nya ya mas..

    Like

    1. salam kenal mbak nonick, dari roma menuju athena bisa naik pesawat budget seperti ryanair, aegeanair dll. Dari athens bisa naik pesawat juga ke santorini atau klo mau ngerasain naik ferry bisa juga naik Bluestar ferry dari dermaga Piraeus di Athens. dari santorini menuju turki tidak ada penerbangan langsung tapi bisa juga naik pesawat ke athens dlu baru lanjut ke Istanbul. Atau kalo ada waktu lebih bisa naik ferry dari Santorini ke Rhodes ato Kos lalu lanjut naik ferry ke Bodrum atau Marmaris (Turki).

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s