Escaping to Krabi : Jalan-Jalan Santai ke Aonang dan Railey Beach

I am having a holiday..yep. Tapi alam bawah sadar saya belum yakin kalau saya sudah dalam holiday mode. Jam 6 pagi saya sudah terbangun dan tidak bisa tertidur lagi walaupun tempat tidur di Pak Up Hostel ini nyaman dan tidak ada yang ngorok di kamar dormitory ini. Well..setelah membaca update-an Facebook dan Detik.com, saya pun merasa bosan tidur-tiduran. Akhirnya saya mengambil sepatu lari saya dan berangkat menuju sungai tak jauh dari Hostel. Suasana Krabi Town di pagi hari sangat sepi, matahari pun masih enggan muncul dari timur. Langit yang temaram dan udara pagi yang sejuk membuat saya semakin semangat lari pagi di pinggiran sungai. Belakangan ini saya memang sedang suka olahraga, semacam penebusan terhadap masa SMA dan kuliah saya yang kebanyakan dihabiskan untuk baca komik dan buku saja (sounds cupu right?). Menyusuri pinggiran sungai pagi itu, saya berpapasan dengan penduduk lokal yang juga berlari pagi, beberapa tukang perahu yang sedang siap bekerja dan juga beberapa monyet yang sibuk nongkrong di pinggir jalan, maklum ada taman yang asri di pinggiran sungai ini. Sesekali saya berhenti untuk mengabadikan pemandangan matahari terbit dan pemandangan di sekitar sungai. Krabi memang indah dan tenang.

Morning Run at Krabi
Morning Run at Krabi
Krabi Riverbank
Krabi Riverbank
The boatman and the morning sun
The boatman and the morning sun
My steed the whole day
My steed the whole day

Setelah puas jogging dan mandi, saya pun menyewa sebuah Honda Scoopy merah untuk berkeliling di sekitar Krabi. Saya membayar 150baht saja dan menitipkan paspor pada pemilik Hostel untuk menyewa motor ini selama 24 jam. Agak riskan rasanya menitipkan paspor, tapi pemilik hostel mengatakan kalau ini syarat dan meyakinkan saya kalau paspor saya aman dengannya. Tak lama saya pun mendapatkan motor Scoopy tersebut dengan kondisi bensin full tank. Berbeda dengan penyewaan motor di Turki dan Vietnam yang biasanya memberi motor dengan kondisi tanki nyaris kosong, di Krabi semua motor sudah berisi bensin full. Namun, kita harus mengembalikan motor dengan kondisi bensin penuh juga. Bermodal peta sederhana dan tentunya GPS dari handphone, saya pun memulai petualangan saya hari ini.

Noppharat Thara Beach
Noppharat Thara Beach
Bergaya dikit dengan Scoopy
Bergaya dikit dengan Scoopy

Tujuan saya yang pertama adalah Ao Nang Beach. Pantai yang terkenal akan keindahan dan keramaiannya ini terletak sekitar 30-40 menit dengan kendaraan bermotor. Scoopy merah yang saya kendarai ini lumayan enak dikendarai. Perjalanan berjalan lancar dan jujur saja, naik motor di Krabi ini merupakan hal yang wajib bagi turis yang suka naik motor. Pemandangan indah dan kondisi jalan yang baik membuat saya nyaman berkendara di sini. Sesekali saya melewati bentang alam khas Thailand Selatan yaitu pegunungan batu kapur yang menjulang di kiri dan kanan jalan. Papan iklan dan poster Sang Raja pun seolah menyambut saya haha. Setelah sekitar setengah jam berkendara, saya pun akhirnya melihat pantai. Pantai yang awalnya saya kira Ao Nang ini ternyata pantai Noppharat Thara. Pantai dengan latar lembah batu kapur di sisinya menawarkan pasir putih yang bersih dan suasana yang sepi. Mungkin karena saat itu masih pagi dan cuaca agak mendung, saya merasa saya turis sendirian di pantai ini.

Alexander The Great nyasar di Ao Nang
Alexander The Great nyasar di Ao Nang
Ao Nang Beach
Ao Nang Beach
Long Tail Boats nongkrong di tepi pantai Ao Nang
Long Tail Boats nongkrong di tepi pantai Ao Nang
Ticket Kiosk to Railey and other beaches/ islands
Ticket Kiosk to Railey and other beaches/ islands

Puas duduk-duduk di Noppharat Thara, saya melanjutkan perjalanan menuju Ao Nang yang hanya 5 menit dari Noppharat Thara. Pantai Aonang lebih ramai dari Noppharat Thara. Banyak toko-toko souvenir dan restoran fast food seperti McDonalds dan Burger King bertebaran di sini. Ao Nang terlihat seperti Patong dan Kuta minus kehidupan malam yang hingar bingar. Saya segera memarkirkan motor saya di depan Family Mart dan berjalan menuju pantai. Pantai Ao Nang terlihat lebih ramai dibandingkan pantai yang lain. Banyak turis asing yang berjemur atau sekedar bermain air di pantai yang bersih dan indah ini. Di salah satu sudut pantai terlihat beberapa perahu yang tertambat di sana menunggu penumpang untuk diberangkatkan ke pantai Railey dan Ton Sai yang jaraknya hanya 10 menit dari Ao Nang. Saya segera membeli tiket pulang pergi menuju West Railey Beach seharga 200 baht. Dengan tiket ini, saya segera diantarkan ke salah satu perahu disana dan bersama beberapa turis lainnya, saya pun berangkat ke West Railey Beach.

View on the way to West Railey Beach
View on the way to West Railey Beach
The beauty of Railey Beach
The beauty of Railey Beach
a walk to the jungle
a walk to the jungle
Rock Climbing anyone?
Rock Climbing anyone?
Enjoying Singha in the shade of the tree
Enjoying Singha in the shade of the tree
Cave Beach
Cave Beach
the temple of manhood
the temple of manhood
tranquility and serenity
tranquility and serenity
In the Cave
In the Cave
secret lagoon
secret lagoon
Nice shot
Nice shot
Beauty and the Beach
Beauty and the Beach
Narsis dulu ahhhh
Narsis dulu ahhhh

Perjalanan menuju Railey dengan perahu cukup menyenangkan. Pemandangan laut yang berwarna hijau serta lembah batu kapur yang menjulang membuat mata saya yang terbiasa dengan pemandangan macet Jakarta menjadi cemerlang. Sungguh indah tempat ini, Thailand selatan sangat diberkati dengan pemandangan indah dan kesadaran penduduknya yang merawat keasrian tempat ini. Sekitar 10 menit, perahu kemudian menepi di Railey Beach. Pantai pasir putih ini sudah dipenuhi oleh banyak turis yang berjemur menikmati sinar matahari. Pantai Railey ini memang lebih indah dibandingkan dengan Ao Nang. Bentangan pasir yang lebih luas dan lembah batu kapur yang terletak tak jauh dari pantai menjadi pesona tersendiri. Di daerah pantai ini, kita juga bisa menguji nyali kita dengan olahraga ekstrim yaitu Rock Climbing (Panjat Tebing). Saya sempat ingin mencoba tapi akhirnya cukup menonton saja. Jempol saya masih cidera karena bermain voli beberapa waktu sebelumnya, daripada tambah parah mending jangan deh. Railey Beach juga merupakan tempat villa-villa mewah tempat wisatawan beristirahat sambil menikmati indahnya alam di sini. Dari West Railey beach kita bisa berjalan-jalan ke pantai-pantai di sekitarnya seperti Ton Sai, Cave Beach dan East Railey Beach. Saya sempat mengunjungi Cave Beach pada kunjungan kedua kali ke Railey. Sesuai namanya, Cave beach menawarkan gua dan pantai yang indah. Sayangnya ketika disana, saya membawa kamera dan hp saya sehingga saya tidak sempat berenang. Sungguh suatu pelajaran bagi saya, terkadang menikmati alam lebih baik daripada mengabadikannya. Saya akhirnya puas berjalan-jalan menyusuri pantai dan bertemu dengan kuil yang berbeda dari umumnya. Kuil ini tak bernama dan letaknya tak jauh dari lembah batu kapur di Cave Beach. Uniknya, kuil ini menyimpan batu dan kayu yang menyerupai organ pria. Saya sempat heran dan geli melihatnya. Turis-turis asing pun banyak yang mengambil foto di kuil ini.

On the way to Glur Hostel
On the way to Glur Hostel
Glur Hostel Pool
Glur Hostel Pool

Puas berleyeh-leyeh di Railey saya pun kemudian melanjutkan perjalanan mencari hostel tempat saya menginap keesokan harinya di Ao Nang yaitu Glur Hostel. Saya sengaja menginap di dua tempat berbeda yaitu Krabi Town dan Ao Nang. Krabi Town menawarkan harga yang murah dan akses dekat ke Night Market dan Aonang merupakan tempat paling happening di Krabi. Tidak sulit menemukan Glur Hostel, letaknya hanya 10 menit dari Ao Nang Beach. Hostel yang memiliki pemandangan lembah batu kapur ini siap menyambut saya keesokan harinya. Saya pun segera kembali memacu Scoopy ke Krabi Town untuk makan siang dan ke tempat selanjutnya.

2 Comments

  1. maaf saya ingin bertanya.. adakah perahu ygke railey beach dr siang ke sore?
    mengingat flight saya ke krabi sampai tengah hari..
    mohon infonya, terimakasih

Leave a Reply