Bophorus Cruise : Menyusuri Selat Di Antara Dua Benua

Berwisata ke Istanbul tanpa naik kapal menyusuri Selat Bophorus serasa pergi ke Venesia tanpa naik gondola menyusuri kanal-kanalnya. Berpesiar dengan kapal menyusuri Selat Bophorus atau umumnya disebut Bophorus Cruise adalah hiburan yang menyenangkan dan amat sayang untuk dilewatkan ketika berwisata di Istanbul. Ada beberapa perusahaan kapal yang menawarkan paket pesiar harian dengan berbagai durasi dan harga. Ada yang menawarkan pesiar selama 2 jam sampai 5,5 jam. Harga yang ditawarkan pun berkisar dari 10 Lira untuk durasi pendek dan 20 Lira untuk durasi panjang. Perusahaan – perusahaan tersebut antara lain TurYol,Dentur Avrasya, dan Sehir Hatlari. Kita tidak perlu memesan tiket pesiar melalui agen perjalanan atau calo yang biasa berkeliaran di sekitar dok. Kita bisa langsung menuju loket yang tersedia di dok-dok kapal seperti Eminonu, Kabatas, dan Beksitas.

Kapal Dentur Avrasya
Kapal Dentur Avrasya
Jadwal Short Bophorus Cruise Dentur Avrasya
Jadwal Short Bophorus Cruise Dentur Avrasya
Loket Tiket
Loket Tiket

Saya memilih perusahaan kapal Dentur Avrasya karena tertarik dengan layanan Hop-on-Hop-Off yang memungkinkan kita untuk naik dan turun di beberapa dok yang dilewati oleh kapal Dentur Avrasya. Kita hanya perlu membeli sebuah tiket seharga 15 Lira dan kita bisa menggunakannya sepanjang hari,murah bukan? Alasan lain mengapa saya memilih kapal Dentur Avrasya adalah kapal ini berhenti di dok Emirgan sehingga saya bisa mengunjungi Rumeli Hisari.

Untuk berpesiar dengan kapal Dentur Avrasya tidaklah sulit. Saya hanya perlu menuju dok Kabatas yang tidak jauh dari stasiun tram Kabatas dan membeli tiket sesuai dengan jadwal keberangkatan terdekat. Setelah kapal menepi dan kita dipersilahkan naik, saya langsung memilih tempat duduk di lambung kiri kapal untuk mendapatkan pemandangan langsung ke bagian Eropa Istanbul. Setelah kapal mulai berlayar,kita akan menikmati pemandangan indah Selat Bophorus yang membelah benua Asia dan Eropa ini. Burung- burung camar pun terbang di sekitar kapal dan tak jarang penumpang kapal melemparkan roti untuk dimakan mereka. Penjaja minuman pun mulai menawarkan Cay dan Apple tea kepada penumpang.Suara rekaman pemandu wisata mulai menjelaskan tempat-tempat yang kita kunjungi.

Bergaya di dek bawah
Bergaya di dek bawah

Bangunan indah yang kita lewati pertama adalah Istana Dolmabahce yang bernuansa Eropa. Istana ini dibangun untuk menggantikan posisi Istana Topkapi yang mulai bosan ditinggali para Sultan. Bangunannya yang anggun tampak lebih mirip istana raja di Perancis atau Jerman dibandingkan dengan istana sultan Turki. Tak lama setelah melewati Istana Dolmabahce, kita akan melihat Mesjid Ortakoy yang letaknya di tepi Selat Bophorus. Bangunan mesjid yang katanya merupakan mesjid terindah di dunia ini dibangun oleh Sultan Abdulmecit yang memang mengagumi arsitektur Neo-Baroque. Kawasan sekitar Ortakoy juga terkenal akan kulinernya, terutama Kumpir (sejenis Baked Potato dengan berbagai topping). Sayang, karena keterbatasan waktu saya tidak sempat mengunjungi Ortakoy.

Mesjid Ortakoy
Mesjid Ortakoy

10525744_10152479206763654_433118541709822299_n

Istana Dolmabahce
Istana Dolmabahce

10544339_10152509019878654_8441087916713289684_n

Jembatan Bophorus
Jembatan Bophorus

Setelah melewati Ortakoy, kapal akan melewati Rumeli Hisari yang merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Sultan Mehmet II. Bersama dengan Anadolu Hisari (benteng di bagian Asia Istanbul), Rumeli Hisari didirikan untuk memutus bala bantuan Eropa kepada Kekaisaran Byzantium yang akan ditaklukan oleh Sultan Mehmet II. Saya amat mengagumi benteng pertahanan ini dan memutuskan untuk turun di Dok Emirgan dan kemudian naik bis selama 10 menit untuk mengunjungi benteng ini. Saya menghabiskan waktu sekitar 45 menit di tempat ini untuk mengagumi konstruksi bangunan dan keindahan pemandangan dari benteng Eropa ini. Saya naik turun tangga benteng yang curam dan kemudian puas mengambil foto Jembatan Fatih yang merupakan salah satu jembatan penghubung Eropa dan Asia. Setelah puas mengunjungi Rumeli Hisari saya pun segera naik taxi menuju dok Emirgan lagi untuk mengejar kapal Dentur Avrasya selanjutnya yang lewat sejam sekali.

Pemandangan dari Rumeli Hisari
Pemandangan dari Rumeli Hisari
Selat Bophorus
Selat Bophorus
me and the castle
me and the castle

Kapal Dentur Avrasya tiba tepat waktu dan saya segera naik ke dek atas kapal yang terbuka dan tampak lebih baik dari kapal yang saya tumpangi sebelumnya. Saya pun duduk dan menikmati hembusan angin dan pemandangan yang luar biasa indah. jejeran cafe di bagian Eropa serta rumah – rumah antik di bagian Asia menawarkan pesona yang sulit dilupakan.Setelah melewati Jembatan Fatih, kapal pun segera menuju ke Kabatas dan mengakhiri Short Bophorus Cruise yang sebenarnya hanya menempuh 2 jam jika kita tidak turun di dok-dok yang dilewatinya.

One cloudy afternoon...
One cloudy afternoon…
Dek atas kapal
Dek atas kapal

Things you should not miss : Istana Dolmabahce, Mesjid Ortakoy, Jembatan Bophorus,Benteng Rumeli Hisari, Benteng Anadolu Hisari

Cruise Ticket : 15 Lira

Opening Hours : lihat gambar jadwal kapal Dentur Avrasya diatas

How to get there : Dok Kabatas (tempat naik Kapal Dentur Avrasya) dapat dicapai dengan menggunakan Tram 1 Baciglar – Kabatas, turun di stasiun tram Kabatas dan berjalan sekitar 5 menit menuju Dok Kabatas.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s